Rel Kita Berbeda



Setiap manusia terlahir dengan potensi dan kelebihan masing-masing. Kita semua berbeda. Bahkan dua orang yang dikatakan 'kembar', yang lahirnya hanya berselang beberapa detik juga memiliki perbedaan yang signifikan. Allah telah menganugerahi setiap manusia dengan keunikan yang berbeda-beda melalui potensinya masing-masing.

Banyak orang yang mengetahui bahwa setiap orang terlahir berbeda-beda. Namun, hanya sedikit orang yang mampu memahami akan potensi yang dimiliki dirinya. Bahkan banyak di antara kita yang memilih untuk mengikuti sesuatu yang ditakdirkan untuk orang lain. Padahal tanpa kita sadari, setiap orang adalah istimewa dengan kelebihan masing-masing.

Diibaratkan sebagai  rel kereta, masing-masing kita mempunyai jalur tersendiri. Tak usah peduli dengan apa yang dilakukan orang lain dengan relnya. Berjalanlah dan lakukan yang terbaik di rel yang telah di takdirkan Allah kepada kita.

Karena kita berbeda. Jalur, niat dan hasil yang akan kita peroleh dari setiap kejadian dalam hidup juga akan berbeda. Tak perlu hiraukan bagaimana orang lain menjalani hidupnya. Cukup berikan yang terbaik dari diri kita hanya untuk Allah. Karena apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.

Pacarmu? Bisa Jadi Jodoh Orang Lain



Pacar? Anak muda sekarang tidak asing lagi dengan kata ini. Pacar adalah seorang yang seringkali hadir sebagai penghias hidup seseorang. Ada yang singgah dalam waktu yang singgah, ada pula yang singgah dalam waktu yang lama dan kemudian pergi dengan menyisakan luka yang dalam dan penyesalan tak berujung. Mungkin ada yang sedang duduk tertawa bersama, tapi bisa jadi kelak dia akan duduk di pelaminan bersama orang lain. Siapa yang tahu? Jadi sahabatku, pacarmu bisa jadi jodoh orang lain.

Jodoh adalah teman hidup yang telah digariskan Allah untuk menjadi pasangan hidup sepanjang hayat hingga maut memisahkan. Ia yang akan menggenggam tangan ayahmu dan berjanji setia untuk mencintaimu seutuhnya "tanpa karena". Jodoh adalah ia yang akan tetap bersamamu, tak peduli apapun yang terjadi, pasti kita akan melewatinya bersama.

Wahai teman, bisa jadi seseorang yang engkau anggap sebagai pacarmu akan jadi pendamping orang lain. Jadi jangan terlalu berharap padanya hingga engkau merelakan segalanya demi apa yang engkau sebut cinta. Karena ia belum tentu jodohmu. Bisa jadi, itu hanya ungkapan cinta padamu, dan esok lusa ia ungkapkan kepada orang lain. Itu bukanlah hal yang mustahil.

Seringkali seseorang menjadi korban dari "peristiwa" ini, dan terus terjadi setiap ahrinya. Tapi anehnya, hanya sedikit dari kita yang menyadari hal ini dan mengambil hikmahnya. Anda tahu mengapa? Karena lemahnya iman kita. Keimanan yang harusnya menjadikan penghalang malah ditukar dengan nafsu yang menggebu-gebu. Masihkah kita menyanjung tinggi hubungan yang nyata-nyata dilarang dalam Agama?

Ingatlah sahabat, hanya pasangan halalmu yang paling berhak untuk memilikimu Lahir batin, Luar dalam. Bukan seseorang yang tidak diketahui dan setiap waktu bisa saja pergi meniggalkanmu.

Alasan Mengapa Israel Takut dengan Anak-Anak Palestina



Seperti yang telah kita ketahui bahwa perang antara Israel-Palestina(HAMAS) tidak akan ada hentinya entah sampai kapan. Israel terus menerus melakukan pembantaian-pembantaian terhadap warga Palestina.

Harus kita ketahui dari sekian ribu jiwa korban keganasan perang Israel, 75% diantara mereka adalah anak-anak dan wanita. Israel berdalih dengan seribu alasan tentang peristiwa itu, bahkan sampai mengatakan alasan yang tidak masuk akal dan terkesan dibuat-buat. Lebih parahnya lagi negara-negara dunia hanya diam seribu bahasa dan tak melakukan apa-apa, termasuk negara arab sendiri.

Banyak muncul pertanyaan mengapa Israel tega menghabisi nyawa anak-anak Palestina? Sebagian mengatakan memang tabiat Israel yang kejam dan biadab, aja juga yang mengatakan Israel takut dengan pertumbuhan anak-anak Palestina. Karena anak-anak yang terlahir adalah generasi masa datang yang gemilang. Mungkin pendapat yang kedua ada benarnya dan masuk akal.

Berikut adalah penjelasan mengapa Israel menjadikan anak-anak Palestina sebagai target operasi mereka selain kelompok HAMAS.

Pada penyerangan Israel terhadap Palestina pada Desember 2008 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1429 H, pimpinan HAMAS Ismail Haniyah melantik sekitar 3500 anak-anak palestina yang telah hafal Qur-an. Dan anak-anak yang telah menghafal 30 Juz Al-Qur-an itulah yang menjadi ketakutan Zionis Yahudi.

"Jika dalam usia semuda itu mereka sudah  menguasai Al-Qur-an, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" Demikianlah yang terbesit dalam pemikiran orang yahudi.

Tidak mengherankan anak-anak Palestina bisa menghafal Al-Qur-an. Dengan kondisi Gaza yang dikepung dari segala arah, menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Al-Qur-an, bukan bermain game atau yang lainnya.

Namun kondisi tersebut memacu mereka untuk menjadi para pengahafal Qur-an yang masih begitu belia. Dan pada saat itu,sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Itulah mengapa HAMAS memberlakukan syarat yang sangat ketat untuk menjadi anggota mereka, diantaranya Hafidz Qur-an dan tidak pernah meninggalkan shalat fardhu terutama shalat subuh.

Israel memang unggul dalam segi jumlah pasukan dan perlengkapan tempur yang berteknologi itnggi. Tapi rakyat Palestina memiliki semangat juang yang tinggi,mereka berani mati demi kebebasan mereka, anak cucu mereka. Mendapat syahid dengan janji bertemu Rabb dengan leluasa tanpa tabir apapun.

Tips Beribadah pada Hari Arafah



Besok adalah hari 'Arafah, hari terbaik dalam setahun. Hari sangat mulia dalam Islam. Amal shalih yang dikerjakan pada hari itu akan dilipat gandakan. Apalagi puasa pada hari itu bisa menghapuskan dosa dua tahun.

Berikut kami akan membagikan sedikit tips untuk menjalankan perbuatan pada hari 'Arafah :

  1. Tidurlah lebih awal di malam 'Arafah untuk menyimpan tenaga, agar maksimal dalam mengerjakan ibadah.
  2. Lakukan shalat Tahajjud minimal 4 rakaat. Berdoa dikala sujud untuk kebaikan dunia dan akhirat.
  3. Makan sahur secukupnya, jalan lupa untuk berniat puasa Arafah.
  4. Jelang subuh manfaatkan waktu dengan beristighfar sehingga kita termasuk orang yang beristighfar dikala sahur.
  5. Siap-siap shalat subuh 5 menit sebelum adzan. Ambil wudhu dan rasakan ketika itu dosa-dosamu gugur satu per satu bersama tetesan terakhir air wudhumu.
  6. Jangan lupa baca doa setelah wudhu.
  7. Shalat subuh berjama'ah.
  8. Setelah salam, awali zikirmu dengan takbir, lalu ikuti dengan zikir sesudah shalat.
  9. setelah itu lanjutkan dengan membaca Al-Qur-an, tasbih, tahmid, tahlil, istighfar dan seterusnya, juga baca zikir pagi hingga masuk waktu syuruq.
  10. Setelah berlalu 15 menit pasca syuruq shalatlah 2 rakaat agar ibadahmu pagi itu tercatat sama pahalanya dengan haji dan umrah. Maka jangan disia-siakan.
  11. Setelah itu, bisa beristirahat atau meneruskan zikir, membaca Al-Qur-an dan berdoa.
  12. Atau bisa juga tidur sekitar satu jam untuk mengembalikan tenaga.
  13. Lakukanlah shalat dhuha minimal 4 raka'at.
  14. Shalat Dzuhur berjama'ah, lalu mengaji.
  15. Jika merasa bosan, kita bisa mengakses internet untuk membuka program-program dakwah.
  16. Shalat Ashar berjama'ah, sambung dengan zikir sore.
  17. Baca Qur-an hingga menjelang satu jam sebelum maghrib, lalu mulailah berdoa dengan khusyu.
  18. Berdoa juga pada Allah agar sebelum matahari terbenam kita telah terbebas dari siksa neraka.
  19. Semoga Allah memberi taufiq kepadamu untuk mengerjakan amal-amal shalih, dan semoga Allah menerima amal-amal shalihmu.
  20. Saat adzan Maghrib berkumandang, segeralah berbuka dan jangan lupa berdoa, karena doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak.
Hari 'Arafah adalah kesempatan sekali dalam setahun. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Lakukan seperti yang dikerjakan para ulama terdahulu yang tidak mampu atau berhalangan pergi haji. Silakan di share jika Anda merasa bermanfaat.

Selfie Menurut Pandangan Islam



Selfie sudah menjadi fenomena sosial seiring meningkatnya popularitas media sosial dan kecanggihan perangkat gadget yang dilengkapi kamera. Selfie merupakan singkatan dari "self potrait" yang dapat di artikan foto hasil memotret diri sendiri.

"Selfie adalah salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya."
~Dr Mariann Hardey

Hardey juga mengatakan bahwa dengan memamerkan foto selfi tersebut, maka orang yang bersangkutan ingin terlihat 'bernilai', lebih-lebih jika ada yang berkomentar bagus tentang foto tersebut.

Namun, bagaimana hukum selfie dalam Islam? Dari penjelasan di atas, selfie bisa menumbuhkan sifat riya' (ingin dipuji orang lain) dan 'ujub (mengagumi diri sendiri) yang dilarang dalam Islam.

Rasulullah melarang seseorang ujub atau kagum terhadap dirinya, bahkan Rasulullah menyebutnya sebagai dosa yang dapat membinasakan dalam haditsnya :

"Tiga dosa pembinasa : sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seorang terhadap dirinya." (HR. Thabrani dari Anas bin Malik)

Selfie lalu menyimpan foto untuk dokumentasi pribadi saja, tanpa dipublikasikan tentu saja tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika diekspos di media sosial pasti berpotensi menimbulkan sifat riya' dan 'ujub,. Sehingga bisa membuat kita kehilangan sifat tawadhu' (rendah hati). Salah satu bukti selfie bisa menimbulkan 'ujub adalah munculnya penyakit depresi facebook (Facebook despression), yaitu penyakit kejiwaan yang membuat seseorang merasa terabaikan setelah menulis status atau mengunggah foto karena tidak ada 'Like' atau 'Komentar' dari siapapun.

Demikian hukum selfie dalam Islam, terkait dengan riya' dan 'ujub, bahkan juga dapat membuat pelaku menjadi takabur. Semoga saja kita selaku umat Muslim tidak terjangkit penyakit itu.

Kikis Dosa dengan 7 Kalimat Ini



Manusia adalah makhluk yang sering berbuat salah dan lupa. Kita tidak pernah luput dari dosa. Dimana dalam menjalankan kehidupan terkadang banyak yang terpana akan keindahan dunia ini. Sehingga, yang baik terlihat buruk dan yang buruk terlihat baik. Itulah mengapa, kita harus senantiasa mendekatkan diri pada Allah, agar dosa-dosa yang menumpuk dapat terkikis habis.

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri pada Allah. Salah satunya dengan mengamalkan 7 kalimat. Al Faqih Abu Laits menegaskan, "Siapa pandai memelihara 7 kalimat, Berarti mulia di sisi Allah dan para malaikat-Nya, diampuni dosanya oleh Allah sekalipun besar seperti jumlah buih di lautan, dan ia memperoleh lezat atau manisnya taat, hidup dan matinya tetap dalam kebaikan," yaitu:

  1. Setiap pekerjaan dimulai dengan ucapan, "Bismillah (Dengan menyebut nama Allah)."
  2. Setiap pekerjaan diakhiri dengan ucapan, "Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)."
  3. Ketika terlanjur mengucapkan perkataan yang buruk, segeralah beristighfar,"Astaghfirullah (Aku mohon ampun kepada Allah)."
  4. Ketika hendak melakukan suatu pekerjaan di waktu yang akan datang, ucapkan "Inshaa Allah (Jika Allah menghendaki)."
  5. Ketika menghadapi hal-hal yang tiada mampu menahannya atau yang tidak disukai hati, ucapkanlah "Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzim (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang luhur lagi Agung)."
  6. Ketika tertimpa musibah mengucapkan, "Innaa lillahi wa inna ilaihi raji'uun (Sunguh, kami hanya milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali)."
  7. Tiada putus-putusnya lisan mengucapkan dua kalimah syahadat, baik malam atau pun siang hari. "La ilaaha illallahu muhammadur rasulullah (Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah)."

7 Cara Mengatasi Malas Menunaikan Shalat



Urusan yang paling utama adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat, serta puncaknya adalah jihad di jalan Allah. Shalat adalah pembeda antara agama Islam dengan agama lainnya, sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk melaksanakan shalat. Allah telah menjelaskan bagaimana pedih siksa orang yang meninggalkan shalat pada hari kiamat, namun masih banyak orang yang bermalas-malasan untuk mengerjakan kewajiban tersebut.

Bila Anda termasuk ke dalam kategori ini, ubahlah diri Anda untuk selalu melakukan kewajiban yang diperintahkan ini. Jika terasa sulit dalam melakukan perubahan, cobalah 7 tips berikut.


  1. Ingatlah tujuan kita yang pertama sekali diciptakan di muka bumi ini. Kita diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah dan salah satu kewajiban dalam beribadah adalah shalat. Maka kita harus melaksanakan shalat sebagai kewajiban kita sebagai hamba Allah.
  2. Renungkanlah dalam hati kita bahwa shalat adalah  ibadah yang paling utama dan ibadah yang paling pertama dihisab (ditimbang) pada hari kiamat. Maka kita harus mengerjakan shalat dengan sebaik-baiknya agar kita termasuk orang-orang yang beruntung.
  3. Segala perbuatan diawali dengan niat, jadi niatkan dalam hati Anda untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya dan sungguh-sungguh dalam melawan rasa malas. Jangan biarkan rasa malas itu menguasai kita.
  4. Biasakanlah untuk shalat berjamaah di mesjid bagi pria, karena seorang pria di wajibkan untuk melaksanakan shalat di mesjid. Selain itu padahal yang didapatkan dengan shalat berjamaah 27 kali lebih besar dari shalat di rumah (sendirian).
  5. Penuhilah panggilan adzan ketika sudah berkumandang, bersegeralah mengambil air wudhu. Bila sedang melakukan perkerjaan yang penting, sempatkan waktu sejenak untuk melaksanakan shalat, jangan menundanya karena akan menimbulkan rasa malas.
  6. Lawanlah rasa malas itu, ingat bahwa shalat itu adalah kewajiban kita seorang muslim. Ingatlah balasan yang akan Allah berikan kepada orang yang meninggalkan shalat lima waktu.
  7. Teguh pendirianlah bahwa shalat itu kewajiban dan kewajiban harus dilaksanakan. Lakukan secara terus menerus sehingga kewajiban ini terasa ringan bila dikerjakan dan membuat kita khawatir apabila ditinggalkan.


Itulah sedikit tips untuk melawan rasa malas ketika ingin melaksanakan shalat. Berikan komentar Anda tentang artikel ini dan jika bermanfaat silahkan dibagikan.