3 Keutamaan Melakukan Puasa Arafah

ISLAMPOIN - Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari Arafah. Pada hari itu, jamaah haji melakukan wukuf di Arafah yang merupakan rukun inti dari haji. Sedangkan bagi kaum Muslimin yang tidak sedang menjalankan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan puasa Arafah.Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan, sunnah muakad. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:


سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ


Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)Demikianlah keutamaan puasa Arafah: ia dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. Yakni dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.Diantara keutamaan hari Arafah adalah pembebasan dari api neraka. Sebagian ulama menjelaskan bahwa pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada jamaah haji yang sedang wukuf, melainkan juga untuk kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji. Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat terkait dengan keutamaan kedua ini.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)Keutamaan lain puasa Arafah adalah ke-mustajab-an doa. Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan) Demikian 3 Keutamaan Puasa Arafah, semoga semakin menguatkan motivasi kita untuk menjalankan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah 1433 H yang jatuh pada esuk hari.

Konflik SARA di Singkil Akibat Persoalan yang Berlarut-larut



Konflik bernuansa SARA di Singkil, Aceh yang menelan korban tewas dan luka-luka, tidak muncul secara tiba-tiba melainkan akibat akumulasi persoalan yang terus dibiarkan berlarut-larut.

"Saya melihat persoalan ini tidak akan terjadi jika tanpa sebab yang jelas. Apalagi saya mendengar bahwa protes terkait keberadaan gereja yang dinilai warga menyalahi ketentuan itu sudah berlangsung sejak lama. Jika masih dibiarkan tanpa solusi, bukan mustahil ke depan persoalan ini akan semakin melebar," kata anggota Komisi I DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Rabu (14/10/2015) malam, lansir Serambinews.com

Dia menegaskan, Insiden ini tidak cukup hanya diselesaikan melalui pendekatan hukum. Karena itu, dia berharap pihak-pihak yang terkait segera melakukan langkah serius dan efektif mencegah agar  potensi yang sama tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

"Sebenarnya sudah ada kesepakatan bersama yang sejak tahunan lalu diputuskan. Tapi sayangnya tidak pernah dijalankan sebagaimana mestinya. Maka sebagai pihak yang selama ini menfasilitasi penyelesaian konflik antar pemeluk  agama ini, pemerintah kabupaten setempat harus bertanggung-jawab penuh," kata politisi Partai Aceh ini.

Dirinya menduga, konflik tersebut sengaja dikelola untuk kepentingan pihak-pihak tertentu yang bertujuan memperoleh dukungan politis pada saat pemilihan umum digelar.

"Jadi sekalipun sudah ada kesepakatan yang dihasilkan namun faktanya kan memang tidak pernah ditindaklanjuti hingga memakan korban seperti sekarang," ungkapnya.

Untuk itu Iskandar menyerukan agar semua pihak mengambil pelajaran dari insiden berdarah ini.

"Saatnya semua masalah diselesaikan secara konfrehensif. Pastikan agar semua tidak semakin melebar, terutama aspek ketenteraman dan kerukunan warga," katanya.


Sumber: Aceh.tribunnews.com

Wanita di Pattani Semangat Menggunakan Jilbab



Wanita diwajibkan untuk mengenakan pakai yang syar'i, dan salah satunya memakai jilbab. Ada sebuah daerah di Selatan Thailand yang dipenuhi oleh wanita-wanita yang berjilbab, tepatnya di Patani. Hal ini menunjukkan semangat muslimah di daerah yang berbasis muslim tersebut. Di tiap sudut jalan, kita akan menemui banyaknya muslimah yang memakai jilbab bahkan cadar.

"Seluruh muslimah di Patani memakai jilbab, jika ada perempuan tidak berjilbab, maka dia orang Budha!" tandas Zakariya, Aktivis Hak Asasi Manusia, kepada Islampos di Patani.

Meski stigma Islam sebagai teroris dilancarkan, Muslimah Patani pantang untuk melepaskan jilbabnya. Dalam segala aktivitas, jilbab menjadi bagian tak terpisahkan bagi mereka.

"Jilbab adalah ajaran Islam. Dan Melayu adalah Islam. Jika ada orang Melayu tidak pakai jilbab, berarti dia buka orang Melayu," tandas Zakariya yang pernah mendapat delapan tusukan dari tentara Thailand.



Bahkan dalam penelusuran ke Mahad Al Bithath Ad-Diniyah, Islampos menemukan lautan jilbab dari para pelajar. Pihak Mahad memang mewajibkan setiap pelajar putrinya untuk mengenakan jilbab lebar hingga menutupi dada.

"Ini adalah pakaian Syar'i untuk muslimah," kata staff pengajar, Abdulah, di Mahad yang menampung 6000 pelajar tersebut.


Sumber: islampos.com

Masjid di Yunani Diserang Kelompok Anti-Muslim


Copyright | mosclot.com


Sebuah masjid di wilayah Thrace Barat Yunani diserang oleh kelompok anti-Muslim, Minggu (11/10/2015).

Masjid Yeni ini terletak di Komotini, sebuah kota dengan penduduk sebanyak 50.000 jiwa, dan mayoritas penduduk beragama Muslim. Awalnya pada Jum'at malam (09/10/2015) serangan berupa coretan pada pintu-pintu gedung yang bertulisan "Turki keluar". Polisi setempat tidak bersedia untuk berkomentar, dilaporkan WorldBulletin.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan serangan terhadap Muslim dan Yahudi di Yunani, bertepatan dengan munculnya sayap kanan partai Golden Dawn, yang masuk parlemen pada tahun 2012.

Pada bulan April, salah sau media lokal melaporkan telah terjadi kebakaran di masjid terbesar, tapatnya di daerah Komotini
. Kebakaran itu merusak pintu dan atap.

Pada oktober tahun lalu, penyerang menyimpan kepala babi di luar pusat studi Islam di Athena dan mencat slogan anti-Muslim pada bangunan.

Thrace Barat memiliki komunitas Muslim yang signifikan. Hal itu merupakan bagian dair Kekaisaran Ottoman.

Ledakan Bom Kembar Warnai Aksi Damai Ankara



Dua pelaku bom bunuh diri meledakkan bomkembar di ibukota Turki Ankara pada aksi damai Sabtu(10/10/2015) yang menewaskan 86 orang, kata Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu yang dilansir Alarabiya.

"Ada tanda-tanda yang sangat kuat bahwa serangan itu dilakukan oleh dua pelaku bom bunuh diri," katanya kepada wartawan di Ankara.

Turki menyatakan tida hari berkabung nasional setelah ledakan di Ankara, ketika para aktivis sedang berkumpul untuk melakukan aksi damai yang diselenggarakan oleh kelompok kiri dan pro-Kurdi.



Pejabat pemerintah Turki menjelaskan ledakan di luar stasiun kereta api utama sebagai "serangan teroris".

Setidaknya 186 orang terluka termasuk 28 sedang menjalankan perwatan intensif. Meneteri Kesehatan Mehmet Muezzinoglu mengatakan pada konferensi pers.

Seorang pejabat senior keamanan Turki mengatakan kepada Reuters, Sabtu, bahwa ledakan itu tampaknya hasil dari bom bunuh diri, mencatat tidak ada kendaraan hancur dalam peristiwa ledakan tersebut.

Polisi Turki melaporkan telah melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan pengunjuk rasa dari lokasi serangan, menurut seorang koresponden AFP. Pasukan keamanan ikut campur tangan, mereka marah oleh serangan terhadap sesama aktivis, dan berteriak "pembunuh polisi!".

Ledakan itu terjadi menjelang aksi damai memprotes konflik antara negara dan militan Kurdi di Turki Tenggara. Rekaman video kantor berita Dogan menunjukkan mereka yang terlibat dalam pawai terluka dan tergeletak di tanah sementara ratusan orang berkeliaran di jalan-jalan.

Ledakan itu terjadi pada saat kekhawatiran keamanan sedang tumbuh di Turki dan tiga minggu lagi pemilihan parlemen diselenggarakan.

Janji itu Mubah, Menepati Janji Itu Wajib dan Mengikarinya Haram



Janji adalah hutang. Begitu sebagian orang mengatakannya. Dan memang benar adanya, karena janji adalah akad, sebagaimana artinya berupa ikatan yang selalu bersifat mengikat antara kedua belah pihak, baik yang mengucap janji maupun yang menerima janji.

Hukum berjanji sebenarnya mubah, namun hukum menepati janji adalah wajib, sehingga melanggar janji termasuk sesuatu yang haram. Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu." (QS. Al-Ma'idah: 1)

Ibnu 'Abbas, mujahid dan beberapa ulama lainnya mengatakan: "Yang dimaksud dengan akad adalah perjanjian."

Ibnu Jarir pun menceritakan adanya ijma' tentang hal itu. Ia mengatakan, "Perjanjian-perjanjian adalah apa yang mereka sepakati, berupa sumpah atau yang lainnya."

Ali bin Abli Thalhah mengatakan dari Ibnu 'Abbas, "Yang dimaksud dengan perjanjian tersebut adalah segala yang dihalalkan dan diharamkan Allah, yang difardhukan, dan apa yang ditetiapkan Allah dalam Al-Qur-an secara keseluruhan, maka kalian jangan menghianati dan melanggarnya."

Selanjutnya menurut Ibnu  'Abbas tentang menepati janji berdasarkan surat Al-Ma'idah ayat 1 adalah sebagai berikut, "Hal itu menunjukkan keharusan berpegang dan menepati janji, dan hal itu menuntut dihilangkannya hak pilih dalam jual beli."

Dari sini, melanggar janji adalah haram. Sebagaimana Allah berfirman:

"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu sudah menjadikan Allah sebagai saksimu(terhadap sumpah-sumpah itu)." (QS. An-Nahl: 91)

Contoh janji yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  1. Besok kita ketemu di depan gerbang kampus pukul 09.00 WIB ya?
  2. "Adek besok kalau enggak nakal abang belikan coklat"
  3. Akad dalam pernikahan dan jual beli
  4. Akad dalam sebuah acara: rapat, agenda dakwah, dan belajar bersama (misal ditentukan pukul 13.00 berarti harus datang sesuai dengan kesepakatan. Kecuali ada udzur sya'i)
  5. Akad dalam sebuah instansi tempat kerja (misal harus berpakaian rapi, tidak boleh telat, dan tidak boleh ijin kecuali dalam kondisi terdesak)
  6. Akad dalam syahadat dll.
Janji boleh tidak ditepati jika dalam kondisi berikut ini:

  • Pertama, janji tersebut termasuk janji yang tidak diperbolehkan syariat Islam, misal janji untuk membolos, janji untuk bekerja sama dalam mengerjakan soal ujian sekolah, transaksi-transaksi haram. Hal ini berdasarkan kaidah syara' :"Setiap sesuatu yang mengantarkan kepada yang haram, maka hukumnya haram."
  • Kedua, terdapat hal yang lebih baik dibandingkan dengan sumpah atau janji yang dibuatnnya. Dalam hal ini berarti yang dibuatnya berupa janji untuk melakukan suatu hal ayng bersifat mubah atau sunnah, kemudian dalam satu waktu ada kewajiban yang harus ditunaikan. Membatalkan janji yang seperti ini diperbolehkan syara'.
  • Ketiga, sakit, pingsan, dan dalam kondisi yang tubuh tidak mampu untuk menunaikan janji.
  • Keempat, mendadak hilang akal.
  • Kelima, cuaca ekstrim, hujan lebat, badai, panas menyengat hingga membuat sakit kepala.
  • Keenam, ada kerabat yang meninggal, menjaga saudara yang sakit mendadak, dan hal semisal.
Jika tidak dalam kondisi di atas, maka membatalkan kesepakatan atau janji adalah hal yang tidak diperbolehkan. Karena membatalkan atau pun melanggarnya bisa melukai hati orang lain hingga bisa mendzalimi orang lain.

". . . dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim." (QS. Ali-Imran: 57)

Dari penjelasan di atas, maka tidak diperkenankan untuk melanggar janji yang sudah kita sepakati. Meremehkannya sama dengan meremehkan hukum syara', dan sama dengan meremehkan kewajiban. Allah pun menyebutkan orang yang tidak menepati janji termasuk ciri-ciri orang munafik.

"Ciri-ciri orang munafik itu ada tiga keadaan. Jika ia berkata ia berdusta, Jika ia berjanji ia mengikari, dan apabila diberi amanah ia mengkhianatinya." (HR. Bukhari-Muslim).

Oleh karena itu, hati-hati dengan janji yang terucap. Bisa jadi karena tidak menepati janji-janji tersebut kita tuai dosa besar.

Bagaimana Jika Perempuan Menikah Tanpa Restu Orang Tua



Sesuai dengan  hukum agama, seorang laki-laki yang sudah dewasa tidak menjadi persoalan menikah tanpa restu orang tua. Karena didalam hukum fiqih, pengantin laki-laki yang ingin menikahi perempuan, tidak butuh orang tua untuk duduk menjadi wali dalam akad nikah. Ijab qabul yang dilakukannya cukup dilakukan oleh dirinya sendiri.

Berbeda halnya dengan laki-laki. Seorang perempuan dalam urusan ijab qabul saat prosesi akad nikah, perempuan tidak boleh melakukan akad nikah dan ijab qabul sendiri. Karena pada dasarnya Allah  memang tidak memberikan wewenang itu kepadanya. Allah memberikan wewenang untuk melakukan ijab qabul atas diri seorang perempuan hanyalah kepada ayah kandungnya yang sah, di mana posisinya sebagai wali.

Bagaimana pun juga, baik laki-laki dan perempuan tetap mempunyai  etika bahwa restu orang tua Insya Allah akan menjadi doa keselamatan dan kesejahteraan dalam berumah tangga. Oleh sebab itu, sangat disarankan menikah dengan restu kedua orang tua, karena bagaimana pun kita tidak akan terlahir sebagai manusia apabila tidak melalui perantara orang tua kita.

Apalagi bagi seorang perempuan, bukan etika dan spiritualitas saja yang menjadi pertimbangan, tetapi juga mengantisipasi hal-hal buruk yang bisa saja timbul di kemudian hari. Misalnya, apabila terjadi perceraian, apa jadinya nasib seorang perempuan? Di dunia ini, banyak yang menjadi mantan istri tetapi tidak ada istilah mantan anak. Jika menikah tanpa restu orang tua, kemudian orang tua murka akan menjadi malapetaka sesalnya ditanggung seumur hidup.

Cinta memang terlihat megah, namun hati-hati saat kemegahan itu merobohkan akal sehat. Hukum yang sudah ditetapkan Allah bersifat mutlak, kita tidak bisa mengubahnya. Justru pada saat orang tua kurang menyetujui  inilah yang menjadi bukti ketangguhan seorang laki-laki untuk membuktikan cintanya. Sebagai laki-laki, dirinya harus mampu meyakinkan orang tua si perempuan dengan beragam cara.

Kadangkala orang tua sengaja kurang menyetujui untuk melihat calon menantunya tangguh moral, mental dan spiritualnya untuk menjadikan cinta sebagai kesempurnaan separuh agama, Bukankah selalu ada ujian agar mencapai kebahagiaan yang sempurna. Anggap saja, orang tuamu sedang melakukan hal terbaik untuk memilihkan pemimpin rumah tangga yang bisa bertanggung-jawab dunia-akhirat.

Pada saat laki-laki pilihanmu berjuang meyakinkan orang tuamu, cobalah bermusyawarah dengan orang tua. Jadi kesungguhan dalam meyakinkan orang tua dengan santun dan sabar akan membuka pintu restu yang lebar.

Selamat menjadi peramu cinta, bukan sekedar pemimpi cinta. Peramu cinta berjuang mengolah keyakinannya dengan cara yang baik dan benar. Berjuang dengan sekuat tenaga sembari berpasrah pada ketetapan Allah. Sedangkan pemimpi cinta, masih menikmati pemaknaan cinta sebagai sesuatu yang indah tanpa melalui kerja keras, sehingga begitu menemukan sedikit kesulitan mencoba lari dari jalur kebenaran. Semoga kesanggupanmu menikah dengan seseorang yang dirimu cinta terengkuh dalam jiwa.

Hussein Hamedani, Jenderal Iran Tewas di Aleppo



Seorang jenderal Garda Revolusi Iran dilaporkan tewas di dekat Aleppo, di mana ia menjadi penasehat militer tentara rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Assad dalam memerangi Mujahidin Suriah, ujar sebuah laporan mengutip pernyataan Garda Revolusi pada Jum'at(9/10/205).

Jenderal Hussein Hamedani tewas pada kamis(8/10/2015) malam dan ia telah memainkan peran penting dalam memperkuat perlawanan terhadap pejuang di Suriah, pernyataan itu menambahkan seperti dilansir Reuters.

"Selama bertahun-tahun, Hamdani memainkan peran yang sangat penting di Suriah sebagai penasihat. Ia memainkan peran penting dalam mencegah jatuhnya Damaskus," ujar seorang politikus Iran, Esmail Kosari kepada kantor berita Tasnim.

"Ia kembali ke Suriah selama beberapa hari karena pengetahuan yang mendalam tentang wilayah."

Iran adalah sekutu utama rezim Nushairiyah Suriah pimpinan Bashar Assad dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang yang telah memasuki tahun kelima.

Hamedani adalah seorang veteran perang Iran-Irak yang berlangsung selam 1980-1988 dan menjadi wakil komandan pasukan elit pada tahun 2005.

Dalam penyebaran terbesar pasukan Iran, sumber mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa ratusan tentara Iran telah tiba di Suriah sejak akhir September untuk mengambil bagian dalam serangan darat besar-besaran yang rencananya akan berlangsung di barat dan barat laut Suriah. Namun Iran membantah memliki kekuatan militer di Suriah.


Sumber : Arrahmah.com

Hukum Memanggil Istri Dengan "Ummi, Mama, atau Dek"



Bagaimana sih hukumnya seorang suami yang memanggil istrinya dengan sebutan atau panggilan "Ummi, Adek, Ibu" dan lain-lain, dibolehkan atau tidak didalam Islam? Jika dibolehkan apakah ada dalih dan jika tidak apa pula dalilnya?

Menurut Ustadz Ahmad Isrofiel Mardhotillah, ada pendapat dari Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di yang  berkaitan dengan memanggil istri dengan "Ummi, Ibu atau Dek".

Syaikh As-Sa'di mengatakan :

"Dimakruhkan seorang suami memanggil istrinya dengan panggilan nama mahramnya seperti 'wahai ibuku', 'wahai saudaraku (mari dek)' atau semacam itu. Karena seperti itu berarti menyerupakan istri dengan mahramnya." (Tasfir As-Sa'di, hal. 893)

Namun, jika melihat dari kebiasaan suami memanggil istrinya dengan panggilan 'ummi, dek, mama atau semisal itu', secara jelas kita tahu bahwa maksudnya adalah bukan panggilan zhihar seperti dimaksudkan orang jahiliyyah.

Maka, panggilan seperti itu hanyalah panggilan biasa, bahkan panggilan yang menunjukkan rasa sayang atau kedekatan. Sehingga kesimpulannya, memanggil istri seperti itu tidaklah masalah.

Menteri Komunikasi dan Teknologi Palestina Diserang Warga Israel



Pemukim Israel lukai Menteri Komunikasi dan Teknologi Palestina pada Kamis (8/10/2015).
Pejabat pemerintah mengatakan , warga Israel menghancurkan jendela mobil menteri komunikasi itu. Mereka menyerang setiap warga palestina tanpa pandang bulu.

Pejabat pemerintah khususnya Dewan Keamanan PBB dipanggil, tentang campur tangan dalam pelanggaran Israel terhadap Palestina. Sejak penembakan pekan lalu 7 warga Israel dikabarkan terluka oleh warga Palestina dan 6 warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel. Tiga diantaranya meninggal akibat ditusuk dan 3 lainnya ditembak mati saat bentrokan.

Dikutip dari MaanNews, lebih dari 900 warga Palestina lainnya terluka oleh pasukan Israel dalam bentrok sejak Jum'at lalu.

Sebelumnya dikabarkan warga Israel menyamar menjadi pemuda Palestina untuk menghasut terjadinya bentrokan.


Sumber : Islampos.com

Khutbah Perpisahan Nabi Muhammad SAW



Nabi Muhammad saw. wafat pada bulan Rabiul Awal di pangkuan Siti Aisyah. Banyak ulama berpendapat Nabi wafat antara tanggal 12, 13 14, dan 15 Rabiul Awal. Sebelum Rasul wafat, beliau sempat berkhutbah pada 9 Zulhijjah, 10 tahun Hijriah, di Arafah.


Ini adalah isi dari khutbah Rasulullah sebelum beliau wafat. Beliau berpesan agar kita tetap mengerjakan 5 rukun Islam, menyayangi istri dan anak, serta tetap menjadi persaudaraan antara umat muslim. Dan Rasul meninggalkan kepada kita dua perkara yang sekiranya kita bisa berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kita tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Qur-an dan Sunnah.

Gejala Hati yang Keras



Pada zaman sekarang ini, banyak sekali orang yang terlena dengan teknologi di sekitarnya. Apalagi muda-mudi  sekarang yang hanya memikirkan media sosial saja, setiap detik memikirkan status apa yang akan diketiknya di Facebook, namun mereka tidak memikirkan umat yang berada di sekeliling mereka.


Tidak memperdulikan orang lain dan mementingkan diri sendiri merupakan salah satu gejala dari hati yang keras. oleh karena itu, kita harus senantiasa membantu saudara-saudara kita. Setidak-tidaknya bacalah informasi mengenai saudara kita yang ada di seluruh dunia.  Jika kita tidak sanggup bantulah melalui doa kepada Allah untuk membantu  mereka. Semoga kita bisa menjadikan hati kita lembut dengan selalu terhubung dengan umat Islam dimanapun.

Ketentuan Menurunkan Jari Saat Tasyahud

Copyright | Rumaysha.com


Kapan menurunkan jari telunjuk yang digunakan untuk berisyarat saat tasyahud? Dalam kitab sunan disebutkan riwayat Ibnu 'Umar, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا جَلَسَ فِى الصَّلاَةِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ وَرَفَعَ إِصْبَعَهُ الَّتِى تَلِى الإِبْهَامَ الْيُمْنَى يَدْعُو بِهَا وَيَدُهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ بَاسِطَهَا عَلَيْهِ 

"Ketika duduk dalam shalat, Nabi saw. meletakkan tangan kanannya di paha kanannya, lalu beliau mengangkat jari di samping jari jempol (yaitu jari telunjuk tangan kanan) dan beliau berdoa dengannya. Sedangkan tangan kiri dibentangkan di paha kirinya." (HR. Tirmidzi no. 294)

Imam Syafi'i menegaskan berisyarat dengan jari telunjuk dihukumi sunnah sebagaimana didukung dari berbagai hadits. Dalam Al Majmu' (3: 301), Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Dari semua ucapan dan sisi pandang tersebut dapat disimpulkan bahwa disunnahkan mengisyaratkan jari telunjuk tangan kanan, lalu mengangkatnya ketika sampai huruf hamzah dari ucapannya (laa ilaaha illallahu) .."

Imam Nawawi dalam Sayrh Shahih Muslim (5: 73-74), "Berisyarat dengan jari telunjuk dimulai dari ucapan "illallah" dari ucapan syahadat. Berisyarat dilakukan dengan jari tangan kanan, bukan yang lainnya. Jika jari tersebut terpotong atau sakit, maka tidak digunakan jari lain untuk berisyarat, tidak dengan jari tangan kanan yang lain, tidak pula dengan jari tangan kiri. Disunnahkan agar pandangan tidak lewat dari isyarat jari tadi karena ada hadits shahih yang disebutkan dalam Sunan Abi Daud yang menerangkan hal tersebut. Isyarat tersebut dengan mengarah kiblat. Isyarat tersebut untuk menunjukkan tauhid dan ikhlas."

Ulama Malikiyah berisyarat dari awal hingga akhir tasyahud. Ulama HAmbali berisyarat ketka menyebut nama jalalah "Allah". (Lihat Shifat Shalat Nabi karya Syaikh Abdul 'Aziz Ath Thorifi, hal. 141).

Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa isyarat jari itu ada ketika penafian dalam kalimat tasyahud, yaitu pada kata "laa". Ketika sampai pada kalimat penetapan (itsbat) yaitu "Allah", maka jari tersebut di letakkan kembali.

Berdasarkan hadits Ibnu 'Umar diatas, mengangkat telunjuk dimulai ketika berdo'a dalam tasyahud. Adapun lafazh doa mulai dari dua kalimat syahadat. Karena di dalamnya terdapat pengakuan dan penetapan kemahaesaan Allah. Hal itu menyebabkan doa lebih berpeluang dikabulkan. Selanjutnya mengucapkan inti doanya "allahumma shalli'ala Muhammad . ." hingga akhir tasyahuddan sampai akhir salam. Adapun awal tasyahud "attahiyyatul . . " sampai ucapan " wa 'ala 'ibadillahish shalihin" bukanlan termasuk doa, namun itu adalah bentuk memuji Allha dan doa keselamatan bagi hamba-Nya.

Adapun masalah kapan selesainya berisyarat dengan telunjuk, para sahabat yang meriwayatkan mengangkat jari telunjuk, tidaklah menyebutkan Nabi saw. menurunkannya di bagian tertentu sebeum selesai salam, sehingga disimpulkan bahwa mengangkat jari telunjuk terus sampai selesai salam, terlebih lagi akhir tasyahud semuanya adalah doa.

Imam Ar Ramli asy Syafi'i berkata, "Jari telunjuk diangkat saat ucapan"illallah", yaitu mulai mengangkatnya ketika mengucapkan hamzah untuk mengikuti riwayat Imam Muslim dalam masalah tersebut. Hal itu nampak jelas menunjukkan bahwa jari telunjuk tetap diangkat sampai sesaat sebelum berdiri di raka'at ketiga, pada tasyahud awal atau sampai salam pada tasyahud akhir. Adapun sekelompok orang zaman sekarang tentang mengembalikannya, mak ini menyelisihi riwayat yang ada." (Lihat Nihayatul Muhtaj, 1: 522).

Dari sini dapat disimpulkan bahwa mengangkat jari saat tasyahud dimulai sejak syahadattain (pada kalimat illallah) lalu diturunkan ketika akan bangkit ke raka'at ketiga untuk tasyahud awal atau sampai salam untuk tasyahud akhir. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan.

Rel Kita Berbeda



Setiap manusia terlahir dengan potensi dan kelebihan masing-masing. Kita semua berbeda. Bahkan dua orang yang dikatakan 'kembar', yang lahirnya hanya berselang beberapa detik juga memiliki perbedaan yang signifikan. Allah telah menganugerahi setiap manusia dengan keunikan yang berbeda-beda melalui potensinya masing-masing.

Banyak orang yang mengetahui bahwa setiap orang terlahir berbeda-beda. Namun, hanya sedikit orang yang mampu memahami akan potensi yang dimiliki dirinya. Bahkan banyak di antara kita yang memilih untuk mengikuti sesuatu yang ditakdirkan untuk orang lain. Padahal tanpa kita sadari, setiap orang adalah istimewa dengan kelebihan masing-masing.

Diibaratkan sebagai  rel kereta, masing-masing kita mempunyai jalur tersendiri. Tak usah peduli dengan apa yang dilakukan orang lain dengan relnya. Berjalanlah dan lakukan yang terbaik di rel yang telah di takdirkan Allah kepada kita.

Karena kita berbeda. Jalur, niat dan hasil yang akan kita peroleh dari setiap kejadian dalam hidup juga akan berbeda. Tak perlu hiraukan bagaimana orang lain menjalani hidupnya. Cukup berikan yang terbaik dari diri kita hanya untuk Allah. Karena apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.

Cara Mendapatkan Bidadari Surga




Didalam surga terdapat bidadari yang sangat cantik jelita, wajahnya bercahaya, dan baunya lebih harum daripada kasturi. Bidadari ini hanya akan di miliki oleh seorang pria saja, Dia tidak pernah memalingkan pandangan kepada pria lain. Apakah Anda ingin memilikinya? Harganya sangat murah, bahkan lebih murah dari harga 2 biji kurma. Saksikan video ini :


Dari video diatas, kita bisa mengetahui cara agar mendapatkan bidadari syurga. Yang pertama adalah dengan meninggalkan kesenanganmu demi kesenangan Allah, maksudnya adalah kita harus meninggalkan kesenangan yang hanya berkaitan dengan dunia ini dan melakukan ibadah-ibadah yang di senangi Allah. Ketika setengah malam telah berlalu, bangunlah dan shalat 2 raka'at maka berdo'alah kepada Allah. Dan yang kedua, bagikan makananmu kepada orang-orang miskin. Dengan hal itu bidadari ini akan menjadi milik Anda, Itulah harganya!

Tanda - Tanda Orang yang Meninggal dalam Keadaan Khusnul Khatimah



Setiap ada kehidupan pasti ada kematian. Begitu pun dengan yang bernyawa pasti akhirnya akan mengalami kematian. Semua yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah swt. Tuhan yang menciptakan kita. Pada akhirnya kematian nanti hanya ada dua macam, yaitu khusnul khatimah (akhir yang baik) dan su'ul khatimah (akhir yang buruk). Semuanya itu tergantung kita sedang berbuat kebaikan atau keburukan. Jika kita memilih untuk meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, artinya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya. Maka dara itu, semoga kita termasuk orang-orang yang meninggal secara khusnul khatimah. Apa sajakah tanda orang yang meninggal dalam keadaan khusnul katimah?
Berikut adalah tanda-tandanya :

  1. Meninggal dengan mengucapkan syahadat (HR. Abu Daud).
  2. Meninggal dalam keadaan sedang berkeringat (HR. Tirmidzi).
  3. Meninggal pada waktu siang atau malam jumat (HR. Tirmidzi)
  4. Meninggal dalam keadaan mati syahid atau terbunuh di medan perang di jalan Allah swt. (QS. Ali-Imran : 169-171).
  5. Mati di jalan Allah swt (HR. Muslim).
  6. Meninggal karena penyakit radang selaput dada (HR. Ahmad)
  7. Meninggal karena penyakit tha'un (HR. Bukhari).
  8. Meninggal karena sakit perut (HR. Muslim)
  9. Meninggal karena tenggelam.
  10. Meninggal karena tertimpa reruntuhan ( HR. Bukhari dan Muslim).
  11. Meninggal karena kehamilan disebabkan anak yang sedang dikandungnya (HR. Ahmad).
  12. Meninggal karena membela agama atau nyawa (HR. Bukhari).
  13. Meninggal karena membela harta (HR. Abu Daud).
  14. Meninggal karena terjangkit penyakit TBC (HR. Ath-Thabrani).
  15. Meninggal karena sedang berjaga di jalan Allah swt.
  16. Meninggal tatkala sedang beramal shaleh (HR. Ahmad).
  17. Meninggal karena terbakar api (HR. Ahmad).

Pandangan Imam Syafi'i Terhadap Syi'ah



'Abdullah Muhammad bbbin Idris al-Shafi'i atau Muhamad bin Idris asy-Syafi'i yang sering disebut Imam Syafi'i (Ashkelon, Gaza, Palestina, 150H / 767 -Fusthat, Mesir 204H / 819M) adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan Juga pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Nabi.

Pada usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, beliau juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam hanafi di sana. Imam Syafi'i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi'i. Yaitu Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.

Imam Syafi'i sebagai ulama sunni mempunyai pandangan yang tegas terhadap kelompok Syiah.
Beberapa pandangannya adalah sebagai berikut :


  • Dari Yunus bin Abdila'la, beliau berkata : Saya telah mendengar asy-Syafi'i, apabila disebut nama Syiah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan sangat keras, dan berkata : "Kelompok terjelek!(terbodoh)".(al-Manaqib, karya al-Baihaqy, 1/468. Manhaj asy-Syafi'i fi Itsbat al-Aqidh, 2/486)
  • Al-Imam asy-Syafi'i berkata : "Saya belum melihat seorang pun yang paling banyak bersaksi/bersumpah palsu (berdusta) dari Syiah Rafidhah." (Adabus Syafi'i, m/s. 187, al-Manaqib karya al-baihaqy, 1/468 dan Suna al-Kubra, 10/208. Manhaj Imam asy-Syafi'i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486)
  • Al-Buwaitiy (murid Imam Syafi'i) bertanya kepada Imam Syafi'i, "Bolehkah aku shalat dibelakang orang Syiah?" Imam Syafi'i berkata, "Jangan shalat di belakang orang Qadariyyah, dan orang Murji'ah." Lalu al-Buwaitiy bertanya tentang sifat-sifat mereka, lalu Imam Syafi'i menyifatkan, "Siapa saja yang mengatakan Abu Bakr dan Umar bukan imam, maka dia Syi'ah." (Siyar A'lam al-Nubala 10/31)
  • Asy-Syafi'i berkata tentang seorang Syiah Rafidhah yang ikut berperang: "Tidak diberi sedikit pun dari harta rampasan perang, karena Allah menyampaikan ayat fa'i (harta rampasan perang), kemudian menyatakan: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami." (Surah al-Hasyr, 59: 10) maka barang siapa yang tidak menyatakan demikian, tentunya tidak berhak (mendapatkan bahagian fa'i).: (at-Thabaqat, 2/117. Manhaj Imam asy-Syafi'i fi Itsbat al-Aqidah, 2/487)
  • Imam as-Subki Rahimahullah berkata. "Aku melihat di dalam al-Muhith dari kitab-kitab Hanafiah, dari Muhammad (bin Idris asy-Syafi'i) bahwa tidak boleh shalat di belakang Rafidhah." (Fatwa as-Subki (II/576), lihat juga Ushulud Din (342).

Tertawa yang Sehat dan Cara Mencapai Kebahagiaan



Tertawa memiliki manfaat yang tak terduga. Hal ini menunjukkan bahwa tertawa dapat dijadikan sebagai pengganti obat yang diberikan dokter. Sebab, dengan tertawa kita akan mendapat pertolongan kesehatan. Tertawa bisa menjadi terapi untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu. Namun, terlalu banyak tertawa bisa mengeraskan hati. Itu bisa terjadi jika tertawanya untuk hal yang sia-sia. Misalnya menertawakan orang lain dan lain sebagainya.

Saya akan menjelaskan berbagai hal agar tertawa yang kita lakukan tidak sia-sia, bahkan menjadi suatu penyakit. Kita akan mengkaji bagaimana tertawa yang sering kita lakukan dapat bermanfaat bagi kesehatan, sehingga bisa menjadikan tertawa sebagai obat.

Tertawa yang menyehatkan adalah tertawa karena bahagia atau melihat hal yang lucu-lucu. Tertawa yang sehat bukan tertawa seperti orang gila atau menertawakan orang lain. Menertawakan orang lain seakan-akan mendapatkan kemenangan, namun itu bukanlah kebahagiaan yang sebenarnya.

Kebahagiaan tidak hanya terletak pada keadaan diri kita, melainkan juga karena selalu mempunyai perspektif yang tepat terhadap kondisi diri sendiri. Dengan demikian, tips utama untuk tertawa adalah tertawa karena bahagia.

Menurut Rhonda Byrne, jalan pintas menuju sesuatu yang kita inginkan adalah 'menjadi' dan 'merasa' bahagia. Saat bahagia, di dalam diri kita terdapat kenikmatan dan hubungan dengan relasi-relasi kita akan berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan kita terus menyapa, tersenyum, dan membalas penuh perhatian orang lain yang mengajak kita menjalankan aktivitas sehari-hari dengan enerjik.

Kebahagiaan bisa disebut sebagai kunci sukses dalam menjalankan kehidupan ini. Tiga hal berikut dapat mewujudkan kebahagiaan :

1. Kepuasan karena terpenuhinya kebutuhan.


Jika kita memperoleh suatu yang benar-benar kita inginkan, maka ada perasaan senang dalam diri kita, Misalnya, saat kita menunggu jawaban cinta dari seseorang, ternyata ia membalas cinta kita. Apa yang kita rasakan? Tentunya saat itu kita merasa sangat bahagia karena apa yang kita inginkan dan butuhkan tercapai. Kepuasan inilah yang menghasilkan kebahagiaan dalam diri kita.

Hal ini tidak hanya dalam masalah cinta, tetapi juga masalah terkait masalah-masalah lainnya. Contohnya, ketika pekerjaan yang kita lakukan bagus dan mendapat bonus dari atasan. Apa yang kita rasakan? Sudah pasti bahagia, bukan?

Kebahagiaan dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Artinya, ada sesuatu di luar diri kita yang menentukan kebahagiaan kita. Misalnya, materi, cinta, atau mendapat keturunan.

2. Rela menerima apa adanya.


Persepsi kita terhadap peristiwa atau kebahagiaan dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Artinya, kita bahagia dengan kondisi yang kita alami, walaupun materi yang kita punya lebih sedikit dari milik orang lain.

Selain itu, kondisi eksternal juga dapat berwujud motivasi. Seseorang yang sama-sama bekerja, memiliki pekerjaan yang sama, belum tentu memiliki persepsi yang sama. Bisa jadi, seseorang tampak semangat karena ia mempunyai motivasi meraih sesuatu, sedangkan yang lainnya lesu. Seseorang yang mempunyai motivasi untuk mengerjakan sesuatu akan memperoleh kebahagiaan yang lebih banyak daripada orang yang melakukan pekerjaan tanpa ada unsur paksaan.

3. Kebahagiaan paling tinggi adalah tanpa syarat.


Sebelum mendapatkan kebahagiaan yang paling utama, kita harus bersyukur tanpa syarat. Karena cara bersyukur yang benar adalah tanpa syarat, sebab setiap detik waktu yang kita jalani adalah anugerah yang wajib kita syukuri.

Kita bisa makan kita syukuri, kita nikmat beribadah kita syukuri sampai bernafas pun kita syukuri. Saat semua anugerah dari Allah kita rasakan kenikmatannya maka akan menjadikan kita orang yang mudah berbahagia.

Jika  manusia sudah mudah bahagia maka otomatis hidupnya akan sehat jasmani dan rohani. Semoga pembahasan ini bisa membuat hidup kita berwarna dan bahagia.

Harapan Kemerdekaan Palestina Setelah Mengibarkan Bendera di PBB



Bendera Palestina akhirnya dikibarkan di PBB pada Rabu (30/9/2015). Presiden Mahmoud abbas menganggap ini sebagai harapan awal untuk mencapai kemerdekaan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Abbas memimpin upacara 15 menit di Taman Mawar, pukul 1 siang (17.00 GMT). Hal ini bisa meredam Israel dan Amerika untuk mengklaim wilayah Palestina.

Majelis umum memutuskan pada Kamis (10/9/2015), untuk mengibarkan bendera Palestina dan Vatikan. Dua negara itu memiliki status anggota pengamat PBB. Ratusan Pemimpin dunia diundang untuk menghadiri acara ini.

Pengibaran bendera ini didukung oleh 119 negara. Walaupun 8 negara termasuk Australia, Israel, dan Amerika menolak putusan ini. Abbas mendesak masyarakat Internasional, menggunakan momentum ini untuk mengakhiri pendudukan Israel.

Seperti dikutip MaanNews, ia menyerukan perdamaian multiteral seperti di Balkan. Namun Palestina tidak bisa bernegosiasi langsung dengan Israel.

Pidatonya di Majelis Umum PBB pukul 12.00 (16.00GMT), akan diawasi oleh petugas keamanan.

MUI Disusupi Tokoh Jaringan Islam Liberal



Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusung tema besar menuju umat washaton pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 yang baru saja digelar di Surabaya 27 agustus, dengan harapan bisa membentengi umat dari liberalisme dan radikalisme.

Akan tetapi kemarin (29/9/2015) berdasarkan Surat Keputusan No. Kep-359/MUI/IX/2015 tentang Susunan dan Personalia Pengurusan Komisi-Komisi Dewan Pimpinan MUI Pusat Masa Khidmat 2015-2020, Abdul Moqsith diangkat menjadi Wakil Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama (KAUB).

Salah seorang pendiri sekaligus koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Abdul Moqsith Ghazali, diangkat menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Masa Khidmat 2015-2020.

Tentu saja hal ini membuat banyak kalangan mempertanyakan keputusan MUI, sehingga orang sekelas Moqsith bisa masuk dalam pengurusan MUI. Padahal MUI telah mengeluarkan fatwa akan haramnya Liberalisasi, sedangkan Abdul Moqsith adalah Koordinator JIL, demikian tertera dalam webnya.

Maka MUI harus meningkatkan kewaspadaan dan perhatian penuh agar tidak kecolongan dan di penuhi orang-orang yang justru berkepentingan dengan menuver politik dan liberalisasi.