Wanita di Pattani Semangat Menggunakan Jilbab



Wanita diwajibkan untuk mengenakan pakai yang syar'i, dan salah satunya memakai jilbab. Ada sebuah daerah di Selatan Thailand yang dipenuhi oleh wanita-wanita yang berjilbab, tepatnya di Patani. Hal ini menunjukkan semangat muslimah di daerah yang berbasis muslim tersebut. Di tiap sudut jalan, kita akan menemui banyaknya muslimah yang memakai jilbab bahkan cadar.

"Seluruh muslimah di Patani memakai jilbab, jika ada perempuan tidak berjilbab, maka dia orang Budha!" tandas Zakariya, Aktivis Hak Asasi Manusia, kepada Islampos di Patani.

Meski stigma Islam sebagai teroris dilancarkan, Muslimah Patani pantang untuk melepaskan jilbabnya. Dalam segala aktivitas, jilbab menjadi bagian tak terpisahkan bagi mereka.

"Jilbab adalah ajaran Islam. Dan Melayu adalah Islam. Jika ada orang Melayu tidak pakai jilbab, berarti dia buka orang Melayu," tandas Zakariya yang pernah mendapat delapan tusukan dari tentara Thailand.



Bahkan dalam penelusuran ke Mahad Al Bithath Ad-Diniyah, Islampos menemukan lautan jilbab dari para pelajar. Pihak Mahad memang mewajibkan setiap pelajar putrinya untuk mengenakan jilbab lebar hingga menutupi dada.

"Ini adalah pakaian Syar'i untuk muslimah," kata staff pengajar, Abdulah, di Mahad yang menampung 6000 pelajar tersebut.


Sumber: islampos.com

Masjid di Yunani Diserang Kelompok Anti-Muslim


Copyright | mosclot.com


Sebuah masjid di wilayah Thrace Barat Yunani diserang oleh kelompok anti-Muslim, Minggu (11/10/2015).

Masjid Yeni ini terletak di Komotini, sebuah kota dengan penduduk sebanyak 50.000 jiwa, dan mayoritas penduduk beragama Muslim. Awalnya pada Jum'at malam (09/10/2015) serangan berupa coretan pada pintu-pintu gedung yang bertulisan "Turki keluar". Polisi setempat tidak bersedia untuk berkomentar, dilaporkan WorldBulletin.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan serangan terhadap Muslim dan Yahudi di Yunani, bertepatan dengan munculnya sayap kanan partai Golden Dawn, yang masuk parlemen pada tahun 2012.

Pada bulan April, salah sau media lokal melaporkan telah terjadi kebakaran di masjid terbesar, tapatnya di daerah Komotini
. Kebakaran itu merusak pintu dan atap.

Pada oktober tahun lalu, penyerang menyimpan kepala babi di luar pusat studi Islam di Athena dan mencat slogan anti-Muslim pada bangunan.

Thrace Barat memiliki komunitas Muslim yang signifikan. Hal itu merupakan bagian dair Kekaisaran Ottoman.

Ledakan Bom Kembar Warnai Aksi Damai Ankara



Dua pelaku bom bunuh diri meledakkan bomkembar di ibukota Turki Ankara pada aksi damai Sabtu(10/10/2015) yang menewaskan 86 orang, kata Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu yang dilansir Alarabiya.

"Ada tanda-tanda yang sangat kuat bahwa serangan itu dilakukan oleh dua pelaku bom bunuh diri," katanya kepada wartawan di Ankara.

Turki menyatakan tida hari berkabung nasional setelah ledakan di Ankara, ketika para aktivis sedang berkumpul untuk melakukan aksi damai yang diselenggarakan oleh kelompok kiri dan pro-Kurdi.



Pejabat pemerintah Turki menjelaskan ledakan di luar stasiun kereta api utama sebagai "serangan teroris".

Setidaknya 186 orang terluka termasuk 28 sedang menjalankan perwatan intensif. Meneteri Kesehatan Mehmet Muezzinoglu mengatakan pada konferensi pers.

Seorang pejabat senior keamanan Turki mengatakan kepada Reuters, Sabtu, bahwa ledakan itu tampaknya hasil dari bom bunuh diri, mencatat tidak ada kendaraan hancur dalam peristiwa ledakan tersebut.

Polisi Turki melaporkan telah melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan pengunjuk rasa dari lokasi serangan, menurut seorang koresponden AFP. Pasukan keamanan ikut campur tangan, mereka marah oleh serangan terhadap sesama aktivis, dan berteriak "pembunuh polisi!".

Ledakan itu terjadi menjelang aksi damai memprotes konflik antara negara dan militan Kurdi di Turki Tenggara. Rekaman video kantor berita Dogan menunjukkan mereka yang terlibat dalam pawai terluka dan tergeletak di tanah sementara ratusan orang berkeliaran di jalan-jalan.

Ledakan itu terjadi pada saat kekhawatiran keamanan sedang tumbuh di Turki dan tiga minggu lagi pemilihan parlemen diselenggarakan.

Hussein Hamedani, Jenderal Iran Tewas di Aleppo



Seorang jenderal Garda Revolusi Iran dilaporkan tewas di dekat Aleppo, di mana ia menjadi penasehat militer tentara rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Assad dalam memerangi Mujahidin Suriah, ujar sebuah laporan mengutip pernyataan Garda Revolusi pada Jum'at(9/10/205).

Jenderal Hussein Hamedani tewas pada kamis(8/10/2015) malam dan ia telah memainkan peran penting dalam memperkuat perlawanan terhadap pejuang di Suriah, pernyataan itu menambahkan seperti dilansir Reuters.

"Selama bertahun-tahun, Hamdani memainkan peran yang sangat penting di Suriah sebagai penasihat. Ia memainkan peran penting dalam mencegah jatuhnya Damaskus," ujar seorang politikus Iran, Esmail Kosari kepada kantor berita Tasnim.

"Ia kembali ke Suriah selama beberapa hari karena pengetahuan yang mendalam tentang wilayah."

Iran adalah sekutu utama rezim Nushairiyah Suriah pimpinan Bashar Assad dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang yang telah memasuki tahun kelima.

Hamedani adalah seorang veteran perang Iran-Irak yang berlangsung selam 1980-1988 dan menjadi wakil komandan pasukan elit pada tahun 2005.

Dalam penyebaran terbesar pasukan Iran, sumber mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa ratusan tentara Iran telah tiba di Suriah sejak akhir September untuk mengambil bagian dalam serangan darat besar-besaran yang rencananya akan berlangsung di barat dan barat laut Suriah. Namun Iran membantah memliki kekuatan militer di Suriah.


Sumber : Arrahmah.com

Menteri Komunikasi dan Teknologi Palestina Diserang Warga Israel



Pemukim Israel lukai Menteri Komunikasi dan Teknologi Palestina pada Kamis (8/10/2015).
Pejabat pemerintah mengatakan , warga Israel menghancurkan jendela mobil menteri komunikasi itu. Mereka menyerang setiap warga palestina tanpa pandang bulu.

Pejabat pemerintah khususnya Dewan Keamanan PBB dipanggil, tentang campur tangan dalam pelanggaran Israel terhadap Palestina. Sejak penembakan pekan lalu 7 warga Israel dikabarkan terluka oleh warga Palestina dan 6 warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel. Tiga diantaranya meninggal akibat ditusuk dan 3 lainnya ditembak mati saat bentrokan.

Dikutip dari MaanNews, lebih dari 900 warga Palestina lainnya terluka oleh pasukan Israel dalam bentrok sejak Jum'at lalu.

Sebelumnya dikabarkan warga Israel menyamar menjadi pemuda Palestina untuk menghasut terjadinya bentrokan.


Sumber : Islampos.com

Harapan Kemerdekaan Palestina Setelah Mengibarkan Bendera di PBB



Bendera Palestina akhirnya dikibarkan di PBB pada Rabu (30/9/2015). Presiden Mahmoud abbas menganggap ini sebagai harapan awal untuk mencapai kemerdekaan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Abbas memimpin upacara 15 menit di Taman Mawar, pukul 1 siang (17.00 GMT). Hal ini bisa meredam Israel dan Amerika untuk mengklaim wilayah Palestina.

Majelis umum memutuskan pada Kamis (10/9/2015), untuk mengibarkan bendera Palestina dan Vatikan. Dua negara itu memiliki status anggota pengamat PBB. Ratusan Pemimpin dunia diundang untuk menghadiri acara ini.

Pengibaran bendera ini didukung oleh 119 negara. Walaupun 8 negara termasuk Australia, Israel, dan Amerika menolak putusan ini. Abbas mendesak masyarakat Internasional, menggunakan momentum ini untuk mengakhiri pendudukan Israel.

Seperti dikutip MaanNews, ia menyerukan perdamaian multiteral seperti di Balkan. Namun Palestina tidak bisa bernegosiasi langsung dengan Israel.

Pidatonya di Majelis Umum PBB pukul 12.00 (16.00GMT), akan diawasi oleh petugas keamanan.

Isi Surat Seorang Dokter Mesir kepada Raja Arab Mengenai Kejanggalan Insiden Mina

Copyright | arrahmah.com


Seorang dokter Mesir menemukan kejanggalan dalam hasil analisanya terhadap jamaah haji yang ditemuinya serta jenazah korban tragedi Mina 2015. Ia kemudian memberikan surat terbuka kepada Raja Saudi, Salman bin Abdul Aziz. Surat tersebut merupakan analisa sementara dari sisi medis yang cukup mencengangkan, meski Kerajaan Arab Saudi belum mengeluarkan rilis resmi terkait penyebab musibah Mina, yang merenggut tujuh ratus jiwa.

Dalam suratnya, Dokter Abdul Hamid Fauzi Ibrahim Abu Sa'ad, meminta kepada raja agar jangan segera mengubur jenazah korban musibah Mina sebelum dilakukan otopsi. Menurutnya ada kejanggalan yang merata pada jasad para jenazah. Dengan hasil  analisanya itu, ia bahkan mencurigai musibah ini bukan sebuah kebetulan semata.

Inilah isi dari surat tersebut yang telah diterjemahkan dan dipublikasikan Kiblat.net dari sumber Cairo Portal, Senin (28/9/2015).

"Dari warga Mesir kepada tuan Penjaga Mua Mesjid Suci yang semoga dilindungi Allah.

Hari ini wahai tuanku, saya mendapatkan pengalaman tragis ketika mencari keponakanku yang hilang pasca insiden Mina yang mengerikan itu. Saya merasa tenang, setelah berkeliling dari jam  enam pagi hingga delapan malam, dan mendapatkan keponakanku dalam keadaan baik-baik saja. Alhamdulillah.

Namun, selama saya mencari keponakanku di seluruh rumah sakit di Mina, Arafah, Mekkah dan Jeddah bertanya seluruh lembaga medis tanpa terkecuali, termasuk Direktorat Kesehatan dan berdasarkan 30 tahun lebih di departemen kesehatan, saya menemukan dua catatan penting yang ingin saya sampaikan kepada Anda.

Saya berpikir, satu dari dua catatan itu harus jadi kebanggaan dan catatan lainnya harus menjadi masalah serius yang wajib diperhatikan oleh seluruh masyarakat.

Catatan Pertama :

Tekita layanan di semua rumah sakit yang saya kunjungi, layak dibanggakan Kerajaandan kita semua sebagai warga Arab. Yang saya maksud di sini bukan hanya bangunan dan peralatannya saja (ini sudah diketahui masyarakat luas). Tetapi yang saya maksud di sini mengenai pelayanan para petugas. Anda, Wahai tuanku, berhasil membangun warga Saudi yang paham dengan kondisi yang dialami negara mereka setelah bencana ini. Pelayanan mereka baik dan membantu dengan cinta dan kasih sayang. Saya mendapati sikap baik para petugas itu di lembaga - lembaga kesehatan, mulai dari Direktur Direktorat Urusan Kesehatan di Mekkah hingga penjaga keamanan di pintu rumah sakit.

Bukan saya saja yang merasakan pelayanan itu karena saya berprofesi dokter. Akan tetapi, saya menyaksikan sikap itu diberlakukan kepada orang-orang yang seperti saya yang mencari sanak keluarga yang hilang. Saya ucapkan selamat dari hati terdalam atas kesuksesan Anda dalam hal ini.

Catatan Kedua :

Ini yang saya pikir sangat serius yang harus kita perhatikan, teliti dan selidiki. Saya melihat mayoritas korban selamat - seperti yang saya saksikan sendiri - mengalami kondisi aneh: mulai dari amnesia, tidak ada sedikitpun goresan, memar atau luka di tubuh mereka. Ini terjadi bukan hanya pada satu atau dua korban, namun pada puluhan korban sehingga memaksa rumah sakit menulis nama pasien dengan nama majhul (tidak diketahui) karena pasien tidak mampu mengingat namanya, nama negaranya atau di mana dia berada saat ini.

Begitu juga, ada puluhan korban meninggal yang disimpan di lemari pendingin tidak ditemukan di tubuh mereka luka sedikitpun yang memungkinkan kita menilai penyebab kematian mereka. Sehingga, tim forensik harus turun tangan untuk menyelidiki keanehan ini dalam rangka menjaga nyawa umat Islam. Karena insiden semacam ini dan hasilnya bertolak belakang dengan logika serta nalar, sehingga menegaskan kecurigaan seorang ahli.

Saya menduga dalam keanehan ini, adanya tangan berdosa yang meledakkan bom gas di tengah lautan jamaah haji yang berdesak-desakan sehingga mengakibatkan korban meninggal dan luka-luka. Tidak hanya saya yang curiga dengan insiden ini, dokter-dokter senior di rumah sakit juga sama.

Catatan Terakhir :

Yaitu pengakuan polos dari seorang petani perempuan Mesir dari kota Dimyath (kota Mesir yang terletak di muara Delta Nil) kepadaku setelah saya bertanya: "Apa yang terjadi wahai Bu Haji?" Saat itu dia dalam keadaan setengah sadar, kemudian dia berkata, "Setelah kami melewati Muzdalifah, ada rombongan besar berjalan di belakang kami. Mereka dari Afrika, orang-orang dari negara hitam. Tiba-tiba kami bertemu dengan rombongan yang disebut dari Iran. Mereka berhenti dihadapan kami, sampai-sampai saya mengumpat mereka. Mereka membuat nilai hajiku tidak sempurna (karena berkata kasar). Semoga Allah mengampuniku dan mengampuni yang laun. Seketika itu saya melihat ke belakang. Saya mendapati orang saling bertabrakan, saya pun pingsan kemudian saya sadar dan saya sudah berada di sini."

Ini wahai tuanku, kesaksian petani Mesir supaya menjadi perhatian khusus dari Anda jika kita cocokkan  ini dengan foto yang menyebar mengenai kondisi korban meninggal dan jika kita memperhatikan kasus kehilangan kesadaran dan amnesia yang mereka alami. Dalam kamu medis, berdesak-desakan dan keramaian bukanlah penyebab hilangnya ingatan secara keseluruhan.

Tuanku Penjaga Dua Masjid Suci, ini adalah jeritan warga Muslim Mesir, yang cinta agama dan negaranya. Semoga jeritan ini sampai kepada Anda, semoga Allah menjaga Anda, warga Arab dan kaum Muslimin.

Saudaramu.
dr. Abdul Hamid Fauzi Ibrahim Abu Sa'ad
Mantan Penasihat Departemen Kesehatan dan Kependudukan Mesir

Pemerintah Arab Saudi Siapkan Lahan Pemakaman untuk Jenazah Jamaah Haji

Copyright | ArabNews.com


Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan 74.700 pemakaman untuk menampung jenazah jamaah haji, pada Senin (28/9/2015). Pemakaman ini terletak di enam tempat berbeda. Di antara tempat-tempat itu adalah :

  • Maalaa Cametery 30.000 ruang pemakaman;
  • Al-Adl 2.000 ruang pemakaman;
  • AlSharea 22.000 ruang pemakaman;
  • dan pemakaman Al-Haram Martir untuk 20.000 ruang pemakaman.
Seperti yang dilansir pada ArabNews, pihak berwenang akan selesaikan prosedur pemakaman bagi anggota keluarga mereka yang berduka.

Sementara itu, jenazah dan bantuan akan diserahkan kepada masing-masing keluarga korban, jika pihak keluarga menginginkan jenazah dikebumikan di tanah asal mereka.


Sumber : islampos.com

Jumlah Jamaah Haji Indonesia yang Meninggal Dunia Mencapai 41 Jiwa

Copyright | liputan6.com


Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengidentifikasi 41 jamaah haji asal Indonesia yang wafat saat musibah Mina. Hal ini sehubungan dengan telah teridentifikasinya kembali 7 jenazah jamaah haji Indonesia yang ada di pemulasaran Mu'aishim sampai dengan Senin (28/9/2015) dini hari waktu Arab Saudi.

"Sampai dengan saat ini, kami telah menginventarisasi jamaah haji korban peristiwa Mina dengan informasi sebagaiberikut: jamaah meninggal dunia pada rilis sebelumnya sebanyak 34 orang, saat ini sudah teridentifikasi sebanyak tujuh orang lagi sehingga total korban menjadi 41 orang," demikian dijelakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dalam kesempatan jumpa pers di Daker Makkah, Senin (28/9/2015), lansir Kemenag.go.id

Inilah daftar tujuh nama jamaah haji yang baru diidentifikasi :

  1. Ruswati Karim Lawadang, kloter BPN 5 nomor paspor A8925437;
  2. Warnita Habib Basa, kloter BTH 4 nomor paspor B0822105;
  3. Rosidah Adjo Madusri, kloter JKS 61 nomor paspor B0745303;
  4. Sitti Lubabah Aarsyad Ngolo, kloter UPG 10 nomor paspor B0693565;
  5. Yusriani Muhammad Qohar, kloter SUB 48 nomor paspor A6885226;
  6. Ardani Moch Ali Siradj, kloter SOC 29 nomor paspor B0802886;
  7. Junaedi Sjahrudin Marjun, kloter SUB 36 nomor paspor B1021715.
Selain itu, Abadul Djamil juga mengatakan bahwa jamaah haji Indonesia yang terluka dirawat di rumah sakit juga bertambah empat orang sehingga jumlah total menjadi 10 orang. Keempat jamaah teridentigikasi baru yang saat ini dirawat adalah :
  1. Aam Amalia Rustama, kloter JKS 61 nomor paspor B0929863 dirawat di RS Arofah;
  2. Murtiningsih Neman Sunar Akun, kloter SUB 48  nomor paspor B1225295 dirawat di RS Security Force Awali;
  3. Sapuna Muntaha Hedan, kloter SUB 48 nomor paspor B1381244 dirawat di RS King Abdullah dan kemudian dipindahkan ke RS Jeddah;
  4. Maryam PauliKiming, kloter UPG 10 nomor paspor B0693505 dirawat di RS  Security Force Awali.
Sehubungan dengan bertambahnya jamaah yang teridentifikasi wafat dan sakit, maka menurut Abdul Djamil, jamaah yang belum kembali ke pemondokan berkurang menjadi 82 orang dari jumlah sebelumnya sebanyak 90 orang, dengan rincian sebagai berikut :
  • 8 orang dari kloter BTH 14;
  • 14 orang dari kloter SUB 48;
  • 46 orang dari kloter JKS 61;
  • 5 orang dari kloter 10;
  • 7 orang dari kloter SOC 62;
  • dan 2 orang dari kloter SUB 36.
"Tim telah berusaha keras siang dan malam mencari jamaah yang masih belum diketahui keberadaannya dan mengidentifikasi jenazah yang telah diketahui meninggal dunia," jelas Abdul Djamil.

Tim PPIH juga berhasil mengidentifikasi jamaah haji dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi, yang menjadi korban meninggal dunia dalam musibah tersebut. Sampai saat ini, jumlah WNI mukimin yang menjadi korban peristiwa Mina berjumlah 4 orang.

Djamil mengatakan bahwa kejadian pada Kamis(24/9/2015) pagi itu memang banyak memakan korban jiwa dari berbagai negara, sehingga memerlukan banyak waktu untuk mencari identitas jamaah yang bersangkutan dengan jelas dan akurat. "Kondisi ini juga mengharuskan kami berlomba dengan waktu dikarenakan semakin lama waktu identifikasi, semakin sulit kami dapat mengenali jamaah haji yangwafat," ujarnya.

Pengakuan Petugas Haji Iran, 300 Jamaahnya Melawan Arus

Harian Syarq Ausath laporkan pengakuan Petugas Haji Iran bahwa, 300 jamaah haji iran menyalahi aturan pengaturan gelombang melempar. (Foto : GS)

Sebuah harian Iran, Syarq Ausath melaporkan Petugas Haji Iran mengatakan secara resmi bahwa, 300 jamaah haji Iran melanggar peraturan jalur arus peziarah di lokasi maktab Jalan 204.

"300 jamaah haji Iran menyalahi aturan pengaturan gelombang melempar. Hal ini menyebabkan dorong mendorong di jalan, yang berakibat 717 wafat (131 dari jamaah Iran)," demikian gensyiah mengutip SA, Sabtu (26/9/2015).



Hal tersebut juga dikonfirmasi media online aawsat pada Sabtu (26/9) bahwa, akhirnya Petugas Haji mengaku kalau mereka bertanggungjawab atas tragedi dorong-mendorong hingga merenggut lebih dari 700 nyawa.

Video haji 2012 yang digunakan pihak Syiah untuk menuding Wakil Putera Mahkota Saudi. (Foto : Piyungan Online)


Dengan demikian, pemberitaan palsu dari pihak Iran dan Syiah sedunia pada media sosial yang mempublikasikan bahwa tragedi Mina 2015 disebabkan iring-iringan Wakil Putera Mahkota Raja Saudi resmi kesalahannya, bahkan video di atas merupakan video pada tahun 2012 (1433 H) yang dimanfaatkan untuk menggulingkan Pemerintahan Arab Saudi.

Khutbah Imam Masjidil Haram : Dusta Iran Terhadap Musibah Mina



Musibah terjadi di Mina, Arab Saudi beberapa waktu yang lalu meninggalkan rasa haru dan tangis yang mendalam. Pasalnya, sebanyak lebih dari 700 jamaah haji meninggal karena musibah tersebut.

Namun, tahukah kita kalau segala sesuatu yang terjadi tentu ada sebab dasar mengapa dan seperti apa hal itu bisa terjadi?

Dari sisi teknis, ratusan juta manusia yang berkumpul di bagian titik dalam menjalani ibadah haji merupakan penyebab terjadinya desak-desakan. Dan itu harus diakui. Akan tetapi, jika dilihat dari segi lainnya, dan patut di duga kuat, bahwa ada peran lain dalam "menciptakan" musibah tersebut. Ustadz Firanda Andirja melalui akun Facebooknya menerjemahkan ceramah imam masjidil Haram, Mekkah mencoba membagikan sisi lain dari peristiwa itu.

Syaikh Shalih bin Muhammad alu Tahlib mengatakan dalam khutbah Jum'atnya, bahwa sisi lain itu dapat dilihat lantang dan sedunya Iran melihat musibah mina.

Beliau mengatakan apa yang diungkapkan Iran hanya tipu daya kepada umat Islam di dunia dalam tragedi Mina. Nyatanya, Iran jelas-jelas pernah mencoba membuat kerusakan di Tanah Haram itu dengan melakukan pengeboman.

من السخرية المريرة أن يصطنع النواحة من له تاريخ إجرامي في الحرم بقتل وتفجير فيه

"Merupakan banyolan pahit, mereka yang memiliki sejarah kriminal pembunuh dan peledakan di Tanah Haram, namun berlagak menampakan raungan kesedihan (atas wafatnya jamaah haji)."

Iran seolah-olah persedih dan terharu, padahal mereka mengirim pasukannya ke tanah umat Islam di Irak, Yaman, dan Suriah untuk membunuh. Dan ini merupakan suatu kejanggalan bila Iran benar-benar sedih melihat musibah Mina.

من عجائب متصنعي البكاء على المسلمين أنهم هم من يبعثون الميليشيات في العراق و اليمن و سوريا

""Di antara keanehan mereka yang berlagak menangisi wafatnya (jamaah haji) kaum muslimin, ternyata merekalah yang telah mengirim pasukan milisi ke Iraq, Yaman, dan Suriah (untuk membumi hanguskan kamu muslimin)."

Sementara itu, menurut para pejabat keamanan dan saksi mata mengatakan pernyerbuan terjadi karena satu kelompok peziarah (Syiah) yang telah menyelesaikan lempar jumrah di Jumarat memaksakan diri untuk keluar dengan melawan arus.

Raja Salman pun menginstruksikan untuk melakukan investigasi menyeluruh atas tragedi ini dan meminta semua pihak bersabar menunggu hasil yang lebih valid.

Atas sikap, perilaku, dan tindakan Iran ini, Syaikh melihat perlahan tapi pasti seluruh umat Islam akan tahu bahwa yang dilakukan oleh negara Syiah itu hanyalah tipu daya, kedok dibalik topeng untuk mengelabui ahlusunnah wal jamaah.

Dan beliau berharap, apa yang dilakukan atau respon oleh Iran akan di kemudian hari akan dibalas dengan setimpal dengan terciptanya kegembiraan bagi kaum muslimin (ahlusunnah) di segala penjuru dunia.

ما زادتكم الأيام إلا فضحا ولا الحوادث إلا قرحا وأبشروا بما يسر المسلمين ويسؤوكم ويكشف الغمة عن المسلمين

"Tidaklah bertambah hari-hari kecuali semakin membongkar kedok kalian, tidaklah terjadi peristiwa-peristiwa kecuali semakin menambah luka kalian, nantikanlah hal yang menggembirakan kaum muslimin dan menyedihkan kalian dan hilangnya kesedihan kaum muslimin."


Sumber : voa-islam.com

Mantan Diplomat Iran, Farzad Farhangian Ungkap Rencana Pengacauan Haji Tahun Ini



Farzad Farhangian, seorang mantan diplomat Iran, mengungkapkan rencana Iran untuk mempermalukan Arab Saudi dengan mengacaukan musim haji tahun ini. Rencana jahat itu dilakukan dengan memprovokasi ISIS melalui intelejen Iran. Mereka diarahkan agar menghancurkan tenda-tenda haji Syiah Iran dan Irak, sebagaimana dilansir kolalwatn.net.

"Dalam pertemuan itu disepakati bahwa momentum paling tepat untuk menghancurkan rezim Saudi adalah pada musim haji ini. Jika hal itu tidak dilakukan maka mereka akan kehilangan misi besarnya,"tulis mantan diplomat Iran itu dalam akun twitternya.

Farzad juga menambahkan, Khamaeni menggaungkan mandat revolusi terutama setelah serangan Arab Saudi terhadap Yaman. Ia mengaku mendapat informasi penting itu dari seorang pejabat senior yang mendapatkan informasi langsung dari bagian keamanan Khamaeni.

"Perkara yang paling berbahaya yang diungkapkan oleh seorang pejabat senior Khamaeni bahwa seluruh sekutu akan melakukan kerusuhan selama musim haji," jelas Farzad.

Farzad mengungkapkan bahwa pertemuan besar itu dihadiri oleh semua pemimpin keamanan dengan Ali Khamaeni, diikuti oleh Qassem Soleimani, Ali Akbar Velaayti, Ali Larijani, dan Alaeddin Boroujerdi seminggu setelah Bulan Ramadhan tahun ini.

"Ada informasi yang sangat berbahaya dan telah disepakati, yaitu menggerakkan ISIS yang didanai oleh Khamaeni untuk melakukan pemboman dan pembunuhan, khusus di kamp-kamp Iran atau orang-orang Syi'ah dari negara lainnya di daerah Mina atau Arafah," ungkap Farzad.

"Hal itu bertujuan untuk menimbulkan demonstrasi di Makkah dari para jamaah haji Iran dan dibantu jamaah haji Iraq, serta orang-orang Syi'ah dari negraa lain sebagai bentuk protes atas pemboman dan bentuk terorisme tersebut," lanjut Farzad.

Menurut Farzad, rencana ini dilakukan untuk memperlihatkan bahwa Arab Saudi sudah tidak berdaya lagi di hadapan umat Islam di seluruh dunia dalam hal melindungi tempat suci tersebut. "Saya tidak akan menyembunyikan informasi ini kepada siapapun bahwa yang bertanggungjawab atas hal ini adalah seorang pengecut, dengan hancurnya pemerintahan Saudi walaupun harus mengorbankan ribuan nyawa," demikian Farzad.


Tragedi Mina Disebabkan Jamaah Haji dari Iran Tak Mau Diatur



Dalam proses penyelidikan tragedi Mina, sejumlah saksi mata mengatakan, bahwa insiden terjadi karena terburu-burunya para jamaah haji dari Iran yang ingin melewati dan menerobos rute jamaah lainnya sambil menyerukan ide revolusi Iran. Ketika dimintai untuk kembali ke rute yang sudah ditentukan, mereka menolaknya.

Pejabat keamanan di Arab Saudi mengatakan, bahwa insiden Mina disebabkan jamaah haji dari Iran tidak mengikuti rute yang sudah ditentukan pemerintah Arab Saudi. Ini selalu terjadi setiap tahunnya.

"Jamaah dari Iran tidak mendengarkan dan mengabaikan instruksi kemudian bentrokdengan kami dan meneriakkan slogan-slogan revolusi sebelum terjadinya insiden," ungkap seorang pejabat keamanan Saudi dikutip Sabq.org, Jumat (25/9/2015).

Para saksi mata juga mengungkapkan bahwa, mereka sering menyaksikan jamaah haji dari Iran mempropagandakan apa yang mereka sebut dengan "Revolusi Islam" kepada jamaah hari dari negara lain. "Mereka juga kerap mengambil keuntungan dengan memprovokasi jamaah agar terjadi bentrok antar jamaah dengan pasukan keamanan Arab Saudi. Sebagaimana diberitakan, 90 jamaah haji Iran meninggal dan lebih dari 60 lainnya luka-luka pada insiden ini.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdallahaan, menegaskan, bahwa pemerintah Arab Saudi harus bertanggungjawab atas kecelakaan ini. Dia mengatakan, Kementrian Luar Negeri Iran akan memanggil resmi Dubesnya di Taheran untuk menyampaikan protes Iran dan meminta penjelasan yang diperlukan tentang penyebab insiden tersebut.

Korban Meninggal di Mina Mencapai 453 Jiwa



Laporan terkini dari Arab Saudi mengatakan bahwa setidaknya 453 jamaah meninggal karena terinjak-injak. Selain itu, juga terdapat 719 jamaah haji yang mengalami luka-luka akibat kekacauan di persimpangan jalan 204 di kota Mina.

Usaha penyelamatan dilakukan kepada korban yang terluka dengan cepat dan langsung dipindahkan ke rumah sakit.

"Mereka yang mengalami luka telah dipindahkan ke empat rumah sakit lain di wilayah Mina. Beberapa luka telah dievakuasi dengan menggunakan helikopter ke rumah sakit di kota Mekkah," kata wartawan Al-Arabiya.

Pada pukul 02.00 waktu setempat, pemerintah menutup beberapa jalan yang mengarah ke Jembatan Jamarat, tempat penziarah sedang dalam perjalanan untuk melakukan salah satu ibadah haji terakhir yaitu Melempar Jumrah.

Tim dari pertahanan sipil bersama palang merah telah menurunkan 4.000 anggota tim sebagai tanggap darurat terhadap para korban Mina, semuanya dikerahkan untuk menuntun para jemaah haji menuju rute yang lebih aman. Operasi penyelamatan masih berlangsung.

Kemungkinan jumlah yang meninggal akan terus bertambah. Hal ini dikarenakan jumlah jemaah haji yang melakukan lempar jumrah sangat banyak dalam waktu yang bersamaan dan saling berebut dan ingin lebih dulu melempar jumrah. Ini pula yang menyebabkan terjadinya peristiwa di Mina.

Insiden Mina Merenggut 220 Jemaah Haji



Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Kabar duka kembali datang dari Arab Saudi saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah haji.

Sedikitnya 220 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi Mina yang terjadi hari ini (24/9/2015), ujar pernyataan direktorat pertahanan sipil Arab Saudi seperti dilansir Al Jazeera. Direktorat mengatakan setidaknya 450 jamaah haji mengalami luka-luka saat berdesakan dan terinjak di Mina, setelah mereka melaksanakan wukuf di Arafah.



Al Jazeera melaporkan bahwa insiden terjadi di jalan antara perkemahan jamaah. Jumlah korban kemungkinan akan meningkat.

"Ini hanya jumlah awal, kejadian memilukan ini terjadi lagi, setelah kecelakaan crane yang menewaskan 107 orang dan melukai lebih dari 200 jamaah haji," ujar reporter Al Jazeera melaporkan dari Mekkah.


Sumber : Arrahmah.com

Masjid Jum'ah di Moskow Berkapasitas 10.000 Jamaah Diresmikan



Mesjid Jum'ah di Moskow yang dihancurkan empat tahun lalu kini telah dibangun kembali yang sanggup memuat jamaah hingga 10.000 jamaah, lansir BBC pada Rabu (23/9/2015).

Masjid yang diresmikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1426 H ini adalah salah satu dari tiga masjid besar di Rusia, di samping masjid yang berada di republik Chechnya dan Dagestan.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan masjid ini akan menjadi pusat spiritualitas dan pendidikan yang akan menyatukan penduduk Rusia dari agama yang berbeda-beda.

Putin mengatakan bahwa komunitas Muslim  Rusia telah memberikan kontribusi yang besar untuk sejarah Rusia. "Nilai-nilai humanisnya, seperti agama-agama lain, mengajarkan keadilan, belas kasihan dan merawat orang-orang terkasih," katanya.


Masjid ini berdiri di situs masjid asli Moskow, yang dibangun tahun 1904. Konstruksi sepenuhnya didanai oleh para penyumbang. Menurut kantor berita Rusia, di mana Presiden Palestina Mahmud Abbas turut memberikan $25.000 dan miliarder kelahiran Dagestan Suleiman Kerimov menyumbang $ 100 juta.

Masjid ini merupakan satu dari enam Masjid di ibukota Rusia. Para pemimpin Muslim stempat dilaporkan sedang melakukan pembicaraan terkait dengan pembangunan masjid-masjid lainnya.

Memeringati Idul Adha, 1.800 Sekolah di New York Diliburkan



Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebanyak 1.800 sekolah umum di New York diliburkan dalam rangka memeringati perayaan Idul Adha hari ini, Kamis (24/9/2015). Demikian dilansir oleh The Tribune Express.

Walikota New York, Bill de Blasio menggulirkan kebijakan baru ini pada bulan Maret silam. Bahkan mulai tahun depan, sekolah-sekolah di New York akan libur pada hari raya Idul Fitri.

Ada lebih dari 1 juta anak amerika yang libur.

"Ini adalah kemenangan besar," ujar Linda Sarsour, anggota Koalisi untuk Liburan Sekolah Muslim dan seorang aktivis New York.

"Saya yakin kebijakan semacam ini akan mendorong umat Islam untuk memiliki Amerika lebih dalam lagi," tambahnya.

Sebelum kebijakan ini dibuat, banyak orang tua Muslim di New York bingung setiap kali hari raya datang, apakah mereka akan menyuruh anak mereka di rumah untuk berlibur dan bolos sekolah, atau membiarkan mereka ke sekolah dan merayakan hari raya di pinggir jalan.

Gadis Palestina Ditembak Secara Pengecut Tentara Israel




Video yang diunggah oleh kantor berita PalMedia ini menunjukkan seorang muslimah muda Palestina yang dibiarkan tergeletak berdarah  di trotoar Hebron, kota Tepi Barat yang diduduki Zionis, setelah ditembak oleh tentara Israel pada selasa (22/9/2015) pagi.

Menjelang malam media Palestina melaporkan bahwa muslimah berusia 19 tahun itu adalah Hadil Salah Hashlamoun yang meninggal dunia akibat luka-lukanya.


Bukannya segera diberikan pertolongan medis,dalam video itu ia malah ditarik dengan kasar dari trotoar itu. Hijabnya bahkan tersibak saat kepalanya terseret di tanah. Penduduk dan tentara Yahudi Israel terlihat berdiri di sekitar tubuh gadis malang itu, dalam beberapa adegan tampak dari mereka malah tersenyum dan tertawa.

Wattan TV melaporkan bahwa muslimah muda Palestina itu dibiarkan tergeletak berdarah selama lebih dari 30 menit. Tentara Israel mengklaim bahwa ia ditembak setelah mencoba untuk menusuk seorang tentara, koran Haaretz Tel Aviv melaporkan.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 08:00 waktu setempat, di sebuah pos pemeriksaan yang dikenal sebagai Container Checkpoint dekat Shuhada Street, Ma'an News Agency melaporkan.

Juru bicara itu mengklaim bahwa muslimah Palestina ini mendekati pos pemeriksaan untuk melakukan serangan dan pasukan Israel membalasnya dengan tembakan. Militer mengklaim bahwa ia dirawat di lokasi oleh petugas medis Israel dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

Ayahnya, Saleh Hashlamoun, mengatakan kepada Wattan TV bahwa pagi itu putrinya telah diserang di bagian perut beberapa kali dan dalam kondisi serius tapi stabil di rumah sakit Shaare Tzedek di Yerusalem. Pada malam harinya ia dinyatakan telah meninggal dunia.

Sementara itu, kelompok Youth Against Settlements yang berbasis di Hebron merilis beberapa foto di halaman facebooknya yang menunjukkan gambar gadis itu saat sebelum dan setelah penembakan.

Tidak ada tentara Israel yang terluka dan mereka tidak pula menunjukkan foto pisau sebagai bukti yang mereka klaim dibawa oleh Muslimah muda itu untuk menyerang tentara, seperti yang telah mereka lakukan pada beberapa kesempatan terakhir, lapor Ma'an.

Alasan Mengapa Israel Takut dengan Anak-Anak Palestina



Seperti yang telah kita ketahui bahwa perang antara Israel-Palestina(HAMAS) tidak akan ada hentinya entah sampai kapan. Israel terus menerus melakukan pembantaian-pembantaian terhadap warga Palestina.

Harus kita ketahui dari sekian ribu jiwa korban keganasan perang Israel, 75% diantara mereka adalah anak-anak dan wanita. Israel berdalih dengan seribu alasan tentang peristiwa itu, bahkan sampai mengatakan alasan yang tidak masuk akal dan terkesan dibuat-buat. Lebih parahnya lagi negara-negara dunia hanya diam seribu bahasa dan tak melakukan apa-apa, termasuk negara arab sendiri.

Banyak muncul pertanyaan mengapa Israel tega menghabisi nyawa anak-anak Palestina? Sebagian mengatakan memang tabiat Israel yang kejam dan biadab, aja juga yang mengatakan Israel takut dengan pertumbuhan anak-anak Palestina. Karena anak-anak yang terlahir adalah generasi masa datang yang gemilang. Mungkin pendapat yang kedua ada benarnya dan masuk akal.

Berikut adalah penjelasan mengapa Israel menjadikan anak-anak Palestina sebagai target operasi mereka selain kelompok HAMAS.

Pada penyerangan Israel terhadap Palestina pada Desember 2008 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1429 H, pimpinan HAMAS Ismail Haniyah melantik sekitar 3500 anak-anak palestina yang telah hafal Qur-an. Dan anak-anak yang telah menghafal 30 Juz Al-Qur-an itulah yang menjadi ketakutan Zionis Yahudi.

"Jika dalam usia semuda itu mereka sudah  menguasai Al-Qur-an, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" Demikianlah yang terbesit dalam pemikiran orang yahudi.

Tidak mengherankan anak-anak Palestina bisa menghafal Al-Qur-an. Dengan kondisi Gaza yang dikepung dari segala arah, menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Al-Qur-an, bukan bermain game atau yang lainnya.

Namun kondisi tersebut memacu mereka untuk menjadi para pengahafal Qur-an yang masih begitu belia. Dan pada saat itu,sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Itulah mengapa HAMAS memberlakukan syarat yang sangat ketat untuk menjadi anggota mereka, diantaranya Hafidz Qur-an dan tidak pernah meninggalkan shalat fardhu terutama shalat subuh.

Israel memang unggul dalam segi jumlah pasukan dan perlengkapan tempur yang berteknologi itnggi. Tapi rakyat Palestina memiliki semangat juang yang tinggi,mereka berani mati demi kebebasan mereka, anak cucu mereka. Mendapat syahid dengan janji bertemu Rabb dengan leluasa tanpa tabir apapun.

"Peluru Karet" Israel Tembus Kepala Bocah Palestina



Dikutip dari MaanNews pada Minggu (15/9/2015), 5 warga Palestina termasuk 2 remaja ditangkap. Pasukan Israel menyerang dengan tembakan dan granat kejut kepada warga Palestina. Kejadian ini terjadi di kawasan Yerusalem ketika sebuah bentrokan terjadi akibat Israel menyerbu wilayah itu dan menangkap dua orang pria.

Israel juga menyerang seorang anak Palestina berusia 13 tahun dengan sebuah senapan peluru baja yang dilapisi karet, pada Sabtu (19/9/2015). Tak terelakkan lagi, peluru tersebut menembus kepala anak tersebut.

Bentrokan ini telah berlangsung selama dua minggu terakhir. Pasukan keamanan Israel semakin memperketat patroli dan berjaga disekitar Masjidil Aqsha.

Warga Palestina khawatir jika Israel akan mengubah aturan yang telah di tetapkan dengan umat Isla. Serta membuka jalan para Yahudi untuk masuk ke wilayah Al-Aqsha. Israel menginginkan adanya perubahan fungsi dari Masjidil Aqsha.