Keajaiban dan Manfaat Solat Lima Waktu untuk Kesehatan Ala Ilmuwan China

ISLAMPOIN – Barang kali akhi ukhti sudah pernah mendengar maupun membaca artikel tentang ini sebelumnya, sebagaimana di search engine juga terdapat banyak yang membahas tentang tulisan ini. Namun demikian, tentu masih banyak di antara akhi lagi ukhti sekalian yang belum mengetahui. Karenanya..marilahmencermati tulisan ini dengan seksama..

“Sesungguhnya shalat bagi orang mukmin ialah kewajiban yang tertentu (telah ditetapkan) waktunya.” (QS. An-Nisa:103).



Segala ketetapan ALLAH Subhana wa Ta’ala atas sekalian manusia, tidak ada yang sia-sia melainkan faedah dan kemanfaatannya juga dapat dirasakan oleh manusia itu sendiri. Terlebih lagi dengan sholat lima waktu yang telah ALLAH tetapkan bagi seluruh muslimin dan muslimah didunia, mengapa sholat wajib ditetapkan berdasarkan lima waktu yang merupakan rincian bahwa ada lima waktu bagi manusia dalam sehari dan hal itu ditetapkan sebagai waktu-waktu untuk beribadah kepada ALLAH Tabaraka wa Ta’ala. Waktu-waktu shalat juga mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai dengan siklus yang terjadi di alam semesta. Waktu-waktu shalat yang kita lakukan sangat sesuai dengan kaidah dan ketentuan sistem terapi dalam ilmu kesehatan China.

Subuh Sebagai Terapi Paru-paru.

Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar sampai hampir terbit matahari. Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil “bahan bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih. Penelitian mutakhir dalam ilmu medis Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu shubuh. Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru. Oleh Karena itu, biasanya selama durasi waktu ini, penderita batuk akan mengalami batuk hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran pernapasan.Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang saling berpasangan. Usus besar merupakan pengatur panas dalam perut. Jantung termasuk organ yang memiliki sifat panas. Apabila jantung memiliki sifat panas yang berlebihan, dengan pernapasan yang dilakukan pada saat udara benar-benar bersih, kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru dan dengan demikian mendinginkan panas dalam perut.

Zuhur Sebagai Terapi Jantung dan Usus Kecil. 

Waktu Zuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit hingga saat bayangan benda sama panjang dengan benda tersebut.Jantung merupakan organ yang biasa dihubungkan dengan proses mental. Beberapa bentuk tekanan emosional seperti pusing, berdebar-debar, sesak napas, dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari penyakit jantung. Kemunduran chi jantung ditandai dengan kelemahan secara umum, seperti bicara terengah-engah, pernapasan yang pendek-pendek, dan sering berkeringat.Jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah, kaki dan tangan terasa dingin, ini dinamakan kemunduran chi jantung. Gelisah, lekas marah, pusing, kehabisan akal, dan tidak bisa tidur adalah gejala kemunduran darah jantung. Bisa juga terasa aliran darah yang deras pada telapak tangan dan wajah, serangan demam ringan, dan berkeringat pada malam hari.Gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas jantung. Ini terlihat dalam serangan demam tinggi, yang kadang-kadang disertai dengan menggingau, perasaan berdebar-debar yang mengganggu, kegelisahan yang sangat, tidak dapat tidur, dan sering mimpi buruk, wajah berwarna merah padam, lidah berwarna merah, atau terasa panas dan sakit, dan sering merasa panas ketika buang air kecil.Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan China yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi, waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung adalah pada pukul 11.00 – 13.00. Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang. Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini mempengaruhi sistem lainnya, karena fungsi jantung yang merupakan “penguasa” pembuluh-pembuluh. Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.

Ashar Sebagai Terapi Kandung Kemih

Waktu ashar adalah setelah habus waktu zuhur hingga terbenam matahari. Dalam ilmu kesehatan China, pukul 15.00 – 17.00 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada saat itu mulai terjadi kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusia dan hawa di sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang panas menuju dingin.Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi tersebut berjalan, terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme terjaga. Jika fungsi ini terhambat, akan terjadi penumpukan cairan yang tidak bermanfaat dan mengandung racun sehingga mempengaruhi kerja organ-organ internal lainnya. Jika ini terjadi, proses pendinginan tingkat chi yang seharusnya dikeluarkan menjadi menumpuk dan menimbulkan panas yang tinggi, yang akhirnya mempengaruhi pula kerja ginjal.Jadi, ibadah shalat ashar bermanfaat untuk meningkatkan daya kerja kandung kemih sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh proses kimiawi tubuh yang berlangsung selama aktivitas sepanjang siang.


Maghrib Sebagai Terapi Ginjal

Shalat Maghrib dilaksanakan pada waktu sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya mega merah di sebelah barat.Ginjal dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan. Kedua organ tersebut mengontrol tulang-tulang, sumsum, dan otak. Bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi. Kesehatan kedua organ internal ini tercermin pada kondisi rambut kepala. Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan mengendalikan cairan tubuh, dan juga menjaga keseimbangan panas dan dingin yang sangat fundamental bagi tubuh.Untuk mengetahui gejala-gejala kemunduran energi dingin ginjal sesungguhnya mudah. Biasanya, punggung bagian bawah terasa lemah dan sakit, ada suara mendengung pada kedua telinga dan kehilangan ketajaman pendengaran, wajah berwarna keabu-abuan dan gelap, khususnya di bawah kedua mata. Biasanya kepala terasa pusing, haus dan berkeringat di malam hari, dan sering masuk angin ringan. Gejala-gejala kemunduran energi panas secara signifikan berkaitan dengan kehilangan energi atau panas. Serupa dengan kemunduran energi dingin ginjal, ada dengungan pada telinga, pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Namun rasa sakit ini ditandai dengan rasa dingin, lemah, dan lesu yang sangat. Biasanya kemunduran energi dingin ginjal menimbulkan gangguan pada jantung dan hati, sedangkan kemunduran energi panas ginjal mengganggu fungsi-fungsi limpa kecil dan paru-paru. Ditinjau dari ilmu pengobatan China, waktu pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energi di sekitarnya.

Isya Sebagai Terapi Perikardium dan Triple Burner (San Jiao)

Shalat Isya dilaksanakan setelah habis waktu maghrib hingga menjelang shubuh.San Jiao adalah konsep dalam ilmu kesehatan China, yaitu sebuah organ fungsional yang tidak dikenal oleh ilmu kedokteran Barat modern. Menilik makna kata asalnya, yaitu lapisan yang terletak di bawah kulit dan di antara otot-otot, sebagian ahli mengajukan teori bahwa organ ini sama dengan sistem limfatik. San Jiao dianggap terutama bersifat energetik dan tidak memiliki komponen fisik.Fungsi perikardium adalah membuang kelebihan energi jantung dan mengarahkannya pada titik Laogong yang terletak pada pusat telapak tangan. Dari Laogong, kelebihan energi akan dilepaskan secara alamiah sehingga terciptalah stabilitas tingkat energi jantung. Titik Laogong digunakan dalam ilmu kesehatan China untuk mengurangi suhu tubuh selama terkena sakit demam.Waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ perikardium adalah pada pukul 19:00 – 21:00. Pada waktu tersebut hawa di sekitar sudah mulai rendah daripada hawa tubuh. Maka, diperlukan penyesuaian sistem energi di dalam tubuh manusia untuk bisa menyesuaikan diri dengan hawa di sekitarnya.Pada waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah penurunan kerja organ internal yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh memasuki masa istirahat, terutama kerja jaringan otot yang digunakan untuk gerak dan berpikir. Waktu isya bisa disebut sebagai masa pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf. Proses pengistirahatan tubuh kemudian disempurnakan dengan tidur pada malam hari.PenutupPaparan di atas tidaklah mutlak untuk menyatakan bahwa alasan penetapan waktu-waktu shalat adalah untuk menyesuaikan dengan sirkulasi chi dalam tubuh manusia. Terlebih lagi untuk daerah-daerah subtropis, panas musim panas, siang lebih panjang daripada malam, sehingga waktu pelaksanaan shalatpun bergeser. Oleh karenanya perlu diberikan penjelasan yang lebih khusus. 

Namun teori sirkulasi chi ini dapat kita manfaatkan untuk merenungkan keagungan perintah melaksanakan shalat pada waktunya. Perhatikan bagaimana untuk melaksanakan shalat kita diperintahkan untuk memperhatikan posisi matahari. Perubahan posisi matahri menyebabkan pula perubahan suhu, gelombang elektromagnetik, dan lain-lain. Ini semua mungkin bisa dianggap sebagai “Chi Langit”.Seperti alam semesta, tubuh kita pun mengalami siklus harian. Ilmu medis Barat menemukan bahwa setiap hari berlangsung siklus metabolisme tubuh manusia. Ilmu kesehatan China mengungkap adanya siklus chi harian dalam tubuh manusia. 

Cara Mengatasi Konflik Ala Rasulullah

ISLAMPOIN - Terdengarlah kabar oleh Abu Bakar ash-Shidiq Ra bahwa anaknya –‘Aisyah-melontarkan suara yang cukup keras kepada suaminya, Rasulullah Saw. Beliau yang terkenal dan terbukti kelembutan perangainya pun langsung mendatangi rumah menantunya yang letaknya tak jauh dari kediamannya itu.Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Nu’man bin Basyir Ra, Rasulullah Saw pun mengizinkan mertua dan sahabatnya itu untuk masuk ke dalam rumah nan mulianya. 


Seketika setelah masuk, beliau langsung menghampiri ‘Aisyah sambil berkata tegas, “Wahai putri Ummu Ruman, apakah engkau mengangkat suaramu dari Rasulullah Saw?”

 Disebutkan dalam riwayat ini, Abu Bakar Ra telah memegang tangan anaknya itu.Melihat gelagat perbuatan sang mertua, Rasulullah Saw langsung mengambil posisi berdiri di antara keduanya. Beliau menghalangi, barangkali Abu Bakar akan memukul anaknya itu.Berselang jenak, Abu Bakar pun keluar dari rumah Nabi untuk menenangkan diri. 

Dalam kesempatan ini, Rasulullah Saw mengambil langkah mendekati istrinya itu, sembari berkata, “Tidakkah engkau melihat bahwa aku telah menghalangi laki-laki itu (Ayahmu, Abu Bakar Ra) darimu?”

Melihat pembelaan dan kelembutan sang Nabi, ‘Aisyah pun merasa amat dihormati nan dihargai. Ia menyadari kesalahannnya kemudian memperbaikinya. Yang dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah teladan kebaikan tiada tara. Beliau memilih menasihati istrinya saat ayahnya keluar. Padahal, ada peluang bagi beliau untuk ‘memarahi’ sang istri di depan ayahnya itu. Lepas tenang diri dan hatinya, Abu Bakar Ra kembali meminta izin untuk masuk ke dalam rumah. Menantu nan baik hati itu pun mengizinkan mertuanya untuk masuk. Keterkejutan pun tak bisa disembunyikan dari wajah sahabat yang dijuluki ash-Shidiq ini. Pasalnya, Rasulullah Saw sudah bisa membuat istrinya tersenyum. Sebagai bentuk penghargaan kepada menantunya yang piawai menyelesaikan konflik terhadap pasangannya itu, sosok laki-laki yang pertama kali masuk Islam ini berkata, “Wahai Rasulullah,” ungkap beliau lembut, “sertakanlah aku di dalam kedamaian kalian,” lanjutnya seraya merayu, “sebagaimana kalian menyertakanku dalam konflik (permasalah keluarga),” pungkasnya.

Kisah nan mulia ini diriwayatkan oleh tiga Imam hadits. Yakni Imam Ahmad dalam hadits nomor 18394, Imam Abu Dawud dalam hadits nomor 4999 dan Imam an-Nasa’i dalam kitab al-Kubra hadits nomor 8441 dan 9110.Saudaraku kaum muslimin, amat banyak hikmah dalam riwayat ini. Tentang istri yang memang memiliki tabiat ‘pemancing’ konflik sebagai wujud sayangnya kepada suami, sikap suami yang lembut dan piawai dalam manajemen masalah dan adab menasehati yang baik, juga ketulusan mertua dalam mendampingi rumah tangga anaknya yang memang masih butuh bimbingan.Semoga Allah Swt melimpahkan kedamaian dan keberkahan dalam rumah tangga kita semua, kaum muslimin di mana pun beradanya.

3 Keutamaan Melakukan Puasa Arafah

ISLAMPOIN - Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari Arafah. Pada hari itu, jamaah haji melakukan wukuf di Arafah yang merupakan rukun inti dari haji. Sedangkan bagi kaum Muslimin yang tidak sedang menjalankan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan puasa Arafah.Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan, sunnah muakad. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:


سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ


Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)Demikianlah keutamaan puasa Arafah: ia dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. Yakni dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.Diantara keutamaan hari Arafah adalah pembebasan dari api neraka. Sebagian ulama menjelaskan bahwa pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada jamaah haji yang sedang wukuf, melainkan juga untuk kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji. Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat terkait dengan keutamaan kedua ini.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)Keutamaan lain puasa Arafah adalah ke-mustajab-an doa. Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan) Demikian 3 Keutamaan Puasa Arafah, semoga semakin menguatkan motivasi kita untuk menjalankan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah 1433 H yang jatuh pada esuk hari.

Tanda - Tanda Orang yang Meninggal dalam Keadaan Khusnul Khatimah



Setiap ada kehidupan pasti ada kematian. Begitu pun dengan yang bernyawa pasti akhirnya akan mengalami kematian. Semua yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah swt. Tuhan yang menciptakan kita. Pada akhirnya kematian nanti hanya ada dua macam, yaitu khusnul khatimah (akhir yang baik) dan su'ul khatimah (akhir yang buruk). Semuanya itu tergantung kita sedang berbuat kebaikan atau keburukan. Jika kita memilih untuk meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, artinya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya. Maka dara itu, semoga kita termasuk orang-orang yang meninggal secara khusnul khatimah. Apa sajakah tanda orang yang meninggal dalam keadaan khusnul katimah?
Berikut adalah tanda-tandanya :

  1. Meninggal dengan mengucapkan syahadat (HR. Abu Daud).
  2. Meninggal dalam keadaan sedang berkeringat (HR. Tirmidzi).
  3. Meninggal pada waktu siang atau malam jumat (HR. Tirmidzi)
  4. Meninggal dalam keadaan mati syahid atau terbunuh di medan perang di jalan Allah swt. (QS. Ali-Imran : 169-171).
  5. Mati di jalan Allah swt (HR. Muslim).
  6. Meninggal karena penyakit radang selaput dada (HR. Ahmad)
  7. Meninggal karena penyakit tha'un (HR. Bukhari).
  8. Meninggal karena sakit perut (HR. Muslim)
  9. Meninggal karena tenggelam.
  10. Meninggal karena tertimpa reruntuhan ( HR. Bukhari dan Muslim).
  11. Meninggal karena kehamilan disebabkan anak yang sedang dikandungnya (HR. Ahmad).
  12. Meninggal karena membela agama atau nyawa (HR. Bukhari).
  13. Meninggal karena membela harta (HR. Abu Daud).
  14. Meninggal karena terjangkit penyakit TBC (HR. Ath-Thabrani).
  15. Meninggal karena sedang berjaga di jalan Allah swt.
  16. Meninggal tatkala sedang beramal shaleh (HR. Ahmad).
  17. Meninggal karena terbakar api (HR. Ahmad).

Pandangan Imam Syafi'i Terhadap Syi'ah



'Abdullah Muhammad bbbin Idris al-Shafi'i atau Muhamad bin Idris asy-Syafi'i yang sering disebut Imam Syafi'i (Ashkelon, Gaza, Palestina, 150H / 767 -Fusthat, Mesir 204H / 819M) adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan Juga pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Nabi.

Pada usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, beliau juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam hanafi di sana. Imam Syafi'i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi'i. Yaitu Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.

Imam Syafi'i sebagai ulama sunni mempunyai pandangan yang tegas terhadap kelompok Syiah.
Beberapa pandangannya adalah sebagai berikut :


  • Dari Yunus bin Abdila'la, beliau berkata : Saya telah mendengar asy-Syafi'i, apabila disebut nama Syiah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan sangat keras, dan berkata : "Kelompok terjelek!(terbodoh)".(al-Manaqib, karya al-Baihaqy, 1/468. Manhaj asy-Syafi'i fi Itsbat al-Aqidh, 2/486)
  • Al-Imam asy-Syafi'i berkata : "Saya belum melihat seorang pun yang paling banyak bersaksi/bersumpah palsu (berdusta) dari Syiah Rafidhah." (Adabus Syafi'i, m/s. 187, al-Manaqib karya al-baihaqy, 1/468 dan Suna al-Kubra, 10/208. Manhaj Imam asy-Syafi'i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486)
  • Al-Buwaitiy (murid Imam Syafi'i) bertanya kepada Imam Syafi'i, "Bolehkah aku shalat dibelakang orang Syiah?" Imam Syafi'i berkata, "Jangan shalat di belakang orang Qadariyyah, dan orang Murji'ah." Lalu al-Buwaitiy bertanya tentang sifat-sifat mereka, lalu Imam Syafi'i menyifatkan, "Siapa saja yang mengatakan Abu Bakr dan Umar bukan imam, maka dia Syi'ah." (Siyar A'lam al-Nubala 10/31)
  • Asy-Syafi'i berkata tentang seorang Syiah Rafidhah yang ikut berperang: "Tidak diberi sedikit pun dari harta rampasan perang, karena Allah menyampaikan ayat fa'i (harta rampasan perang), kemudian menyatakan: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami." (Surah al-Hasyr, 59: 10) maka barang siapa yang tidak menyatakan demikian, tentunya tidak berhak (mendapatkan bahagian fa'i).: (at-Thabaqat, 2/117. Manhaj Imam asy-Syafi'i fi Itsbat al-Aqidah, 2/487)
  • Imam as-Subki Rahimahullah berkata. "Aku melihat di dalam al-Muhith dari kitab-kitab Hanafiah, dari Muhammad (bin Idris asy-Syafi'i) bahwa tidak boleh shalat di belakang Rafidhah." (Fatwa as-Subki (II/576), lihat juga Ushulud Din (342).